Logo Header Antaranews Jateng

Komisi VII DPR mendorong promosi wisata Cilacap berbasis digital

Kamis, 30 April 2026 16:28 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah berbicara dalam kegiatan "Bimbingan Teknis Promosi Branding Wonderful Indonesia melalui Media Sosial" di Wisata Alam Wanarata, Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026). ANTARA/Sumarwoto

Cilacap, Jateng (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mendorong promosi wisata Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berbasis digital melalui pemanfaatan media sosial secara optimal oleh masyarakat guna meningkatkan daya saing destinasi dan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Kalau kita sudah terbiasa dengan teknologi, kenapa tidak dimanfaatkan dari sisi positifnya. Jangan hanya menjadi penikmat, tapi juga harus menjadi kreator yang mempublikasikan potensi daerah," kata Anggota Komisi VII DPR Siti Mukaromah di Wisata Alam Wanarata, Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Cilacap, Jateng, Kamis.

Menurut dia, perkembangan teknologi yang pesat menjadikan media sosial sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.

Dia menilai promosi berbasis digital memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ketika destinasi wisata semakin dikenal, kata dia, maka berbagai sektor turut bergerak, seperti UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

"Ketika orang datang, akan ada nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, pemerintah daerah, hingga negara," katanya dalam kegiatan "Bimbingan Teknis Promosi Branding Wonderful Indonesia melalui Media Sosial".

Dia juga menyoroti pentingnya memperkuat branding Wonderful Indonesia sebagai identitas pariwisata nasional yang perlu didukung oleh daerah, termasuk Cilacap.

Menurut dia, masih terdapat tantangan dalam mengenalkan Indonesia di tingkat global, yang mana sejumlah negara lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia sebagai sebuah negara.

"Ini membanggakan sekaligus menjadi tantangan. Karena itu, promosi harus terus diperkuat agar Indonesia semakin dikenal dunia," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terintegrasi melalui pendekatan ekosistem, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Dalam konsep tersebut, pariwisata mencakup berbagai sektor pendukung seperti ekonomi kreatif, UMKM, budaya, dan infrastruktur yang saling terhubung.

"Ekosistem pariwisata harus saling menguatkan. Tidak hanya destinasi, tapi juga akses, produk UMKM, budaya, dan fasilitas pendukung lainnya," katanya.

Dia juga mengapresiasi Desa Karangmangu yang berhasil mengembangkan desa wisata sekaligus melahirkan karya kreatif berupa film pendek "Jaga Cowong" yang meraih prestasi di tingkat nasional.

Menurut dia, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikenal luas jika dikemas secara kreatif dan dipublikasikan melalui media digital.

"Dari desa bisa mendunia. Ini bukti bahwa kreativitas anak muda menjadi kekuatan dalam mempromosikan daerah," katanya.

Legislator yang akrab disapa Erma itu juga mengatakan konsep "Wonderful Indonesia" tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan melalui promosi berbagai potensi daerah, termasuk di Kabupaten Cilacap.

"Wonderful Indonesia ini kita harapkan jangan sebatas slogan, harus kita wujudkan dan realisasikan. Bahwa Indonesia itu indah dan tidak hanya Bali, Borobudur, atau Prambanan, juga termasuk Cilacap," katanya.

Dia mengatakan kegiatan pelatihan tersebut merupakan bagian dari sinergi dengan Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan di berbagai daerah pemilihan guna memperkuat kapasitas masyarakat dalam promosi digital.

"Kita berharap ini menjadi sumber daya yang menyebar, yang bisa menjadi kekuatan ekonomi dan branding Indonesia agar lebih dikenal dunia," katanya.

Dia juga menyinggung pentingnya pengembangan wisata halal sebagai salah satu daya tarik tambahan bagi wisatawan, khususnya dari kalangan Muslim.

Menurut dia, konsep wisata halal dapat memberikan rasa nyaman bagi wisatawan tanpa mengurangi daya tarik bagi wisatawan lainnya.

"Wisata halal menjadi nilai plus, sehingga siapa pun bisa datang dan merasa nyaman berwisata di Indonesia,” katanya.

Dia mengharapkan optimalisasi media sosial dapat menjadikan potensi wisata Cilacap semakin dikenal luas dan menjadi bagian dari penguatan branding Wonderful Indonesia di kancah global.

"Kita ingin Wonderful Indonesia juga berarti Wonderful Cilacap. Dari daerah, kita berkontribusi untuk Indonesia yang lebih dikenal dunia," kata Erma.


Baca juga: Samuel Wattimena usul kostum Semarang Night Carnival dipamerkan



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026