Logo Header Antaranews Jateng

Jepara diharapkan memasukkan pengelolaan dan daur ulang sampah ke kurikulum sekolah

Jumat, 29 Mei 2026 20:22 WIB
Image Print
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menerima buku kurikulum penanganan sampah dari Pendiri Bank Sampah Induk Berseri Jepara (BSIJ) Anis Surahman saat memperkenalkan buku Kurikulum Sampah bertajuk “Edukasi Sampah untuk Generasi Indonesia Emas” di Pendapa Kartini Jepara, Jumat (29/5/2026). ANTARA/HO-Pemkab Jepara

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah diharapkan memasukkan edukasi mengenai pengelolaan dan daur ulang sampah ke kurikulum sekolah sebagai upaya menanamkan kepedulian generasi muda dalam penanganan sampah sejak dini.

"Jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat," kata Pendiri Bank Sampah Induk Berseri Jepara (BSIJ) Anis Surahman saat memperkenalkan buku Kurikulum Sampah bertajuk “Edukasi Sampah untuk Generasi Indonesia Emas” di Pendapa Kartini Jepara, Jumat.

Menurut dia, persoalan sampah di Kabupaten Jepara tidak boleh dipandang sebelah mata karena pertumbuhan penduduk dan peningkatan aktivitas masyarakat menyebabkan volume sampah terus bertambah.

Ia menjelaskan edukasi daur ulang sampah perlu diperbanyak di lingkungan sekolah dan tidak hanya menyasar kalangan ibu rumah tangga, sedangkan pengolahan sampah plastik juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui produk-produk bernilai jual.

Selain itu, katanya, penanganan sampah tidak cukup dilakukan di hilir, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan kesadaran masyarakat sejak usia dini.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin melakukan pendekatan pendidikan yang aplikatif, menyenangkan dan berbasis praktik nyata. Kami percaya pendidikan memiliki kekuatan besar dalam membentuk budaya baru ketika kesadaran ekologis ditanamkan sejak usia dini," ujarnya.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan apresiasi kepada BSIJ atas inisiatif tersebut.

Menurut dia, persoalan sampah saat ini telah menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama.

"Dengan Kurikulum Sampah, kita mengajarkan kepada anak-anak membuang sampah pada tempatnya, memilih dan memilah sampah agar dapat dikelola dengan baik," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Jepara untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan alam dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

Menurut dia, Kurikulum Sampah bukan sekadar program pembelajaran biasa, melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 yang peduli lingkungan.

Hajar berharap, sekolah-sekolah di Jepara dapat memanfaatkan program tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan bagi peserta didik.

"Jangan menunggu lingkungan rusak baru kita peduli, jangan menunggu sampah menumpuk baru kita bergerak. Karena lingkungan yang bersih bukan diwariskan begitu saja, tetapi dibangun melalui kebiasaan dan kesadaran bersama," ujarnya.



Baca juga: Gubernur Jateng upayakan buruh terdampak PHK tetap bekerja



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026