Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Jepara komitmen berikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji

Kamis, 9 April 2026 16:48 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo saat kegiatan Manasik Haji Terintegrasi yang digelar di Gedung Haji Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Jepara

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji agar bisa menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun ini dengan baik, nyaman, dan lancar.

"Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya menghadirkan dukungan terbaik demi kelancaran dan kenyamanan calon jamaah haji dalam menunaikan ibadah haji," ujar Bupati Jepara Witiarso Utomo saat kegiatan Manasik Haji Terintegrasi digelar di Gedung Haji Kabupaten Jepara di Jepara, Kamis.

Hadir dalam kegiatan diikuti 1.547 calon haji berasal dari daerah setempat itu, antara lain Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara Siti Zuliati, dan para tokoh ormas keagamaan.

Ia mengatakan daerah setempat kini menempati peringkat ketiga jumlah calon haji terbanyak se-Jawa Tengah, sekaligus mencatat sejarah sebagai keberangkatan haji pertama yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Pemkab Jepara menyediakan fasilitas transportasi bus dari Jepara menuju Asrama Haji Donohudan, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.

Selain itu, disiapkan konsumsi selama perjalanan serta layanan truk untuk pengelolaan koper calon haji, mulai dari distribusi koper kosong hingga pengambilan saat kepulangan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara Siti Zuliati menjelaskan total peserta manasik terdiri atas 1.433 calon haji reguler, enam pembimbing kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU), serta delapan petugas haji daerah. Seluruh peserta telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

Peserta manasik tahun ini yang berjumlah 1.547 orang tersebar di 16 kecamatan, katanya, menunjukkan antusiasme masyarakat Jepara yang tinggi untuk menunaikan ibadah haji.

Dari jumlah tersebut, perempuan 857 orang dan laki-laki 690 orang. Kecamatan Pecangaan menjadi penyumbang calon haji terbanyak dengan 157 orang. Dari sisi usia, terdapat 296 orang lanjut usia antara 65-79 tahun serta 51 orang berusia di atas 80 tahun. Anggota jamaah tertua berusia 85 tahun, sedangkan termuda 16 tahun. Latar belakang pekerjaan, didominasi sektor swasta 421 orang, perdagangan 324 orang, serta ibu rumah tangga 285 orang.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengatakan perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dipastikan tidak mempengaruhi jadwal keberangkatan ke Tanah Suci calon jamaah haji berasal dari Indonesia, termasuk dari Kabupaten Jepara.

Selain itu, katanya, BPIH yang ditanggung calon haji dipastikan tidak ada kenaikan, meskipun konflik Iran-AS dan Israel belum bisa dipastikan berakhirnya.

Ia juga menyebut manasik haji menjadi bagian penting persiapan para calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Ia meminta calon haji tidak khawatir karena kegiatan ibadah haji tetap berjalan dengan baik dan tidak ada dampak dari perang di Timur Tengah.

Calon jamaah haji berasal dari Jepara terbagi menjadi lima kelompok terbang (kloter). Kloter pertama, yakni kloter 36 dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026, selanjutnya kloter 37, 38, dan seterusnya.

Ia mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah, calon jamaah haji reguler juga tidak dibebankan kenaikan biaya avtur pesawat yang melonjak seiring dengan terganggu pasokan minyak dari Timteng.

"Padahal jika biaya avtur itu dibebankan, nominalnya bisa mencapai Rp7–8 juta per jamaah (calon haji). Tetapi, Presiden Prabowo sudah menegaskan tidak boleh membebani jamaah. Jadi haji tetap sesuai jadwal dan biayanya juga tetap," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah kaji skema penyelenggaraan ibadah haji tanpa antrean



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026