Logo Header Antaranews Jateng

Jepara jalankan program Kartu Guru Sejahtera bagi 17.372 penerima

Sabtu, 11 April 2026 19:37 WIB
Image Print
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menyerahkan program Kartu Guru Sejahtera (KGS) secara simbolis pada kegiatan Halal Bihalal dan peringatan Hari Lahir Ke-74 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Aula Sunu Ngesti Tomo, Jepara, Sabtu (11/4/2026). (ANTARA/HO-Pemkab Jepara

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah, menjalankan program Kartu Guru Sejahtera (KGS) sebagai bentuk apresiasi terhadap para pendidik dengan menyasar sebanyak 17.372 guru non-aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai lembaga pendidikan.

"Para penerima manfaat mencakup guru di sekolah negeri dan swasta, termasuk guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), madrasah diniyah, pondok pesantren, hingga instruktur lembaga kursus di Kabupaten Jepara," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan peringatan Hari Lahir Ke-74 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Aula Sunu Ngesti Tomo, Jepara, Sabtu.

Ia mengatakan program KGS merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para guru dalam mencerdaskan generasi bangsa. Sedangkan program Kartu Guru Sejahtera ini sebagai bentuk apresiasi untuk para pendidik.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran LP Ma’arif PCNU Jepara, tokoh pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.

Witiarso menegaskan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Peran guru, menurutnya, menjadi kunci utama dalam mencetak generasi unggul.

"Peran guru, ustadz, kiai, maupun para pendidik harus kita apresiasi karena anak-anak kita menjadi terdidik berkat beliau-beliau itu," ujarnya.

Program KGS telah dijalankan sejak awal masa kepemimpinan Bupati Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M Ibnu Hajar. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp19,488 miliar, program ini sebelumnya telah menjangkau 10.827 guru non-ASN di Jepara.

Pada tahun 2026, cakupan program diperluas. Sasaran penerima meliputi guru TPQ, madrasah diniyah, pondok pesantren, pendidikan keagamaan lainnya, pendidikan nonformal atau kesetaraan, instruktur kursus, guru SD dan SMP swasta, hingga guru PAUD non-PNS dan non-PPPK yang belum menerima Tunjangan Profesi Guru.

Selain KGS, Pemkab Jepara juga menjalankan Program Kartu Sarjana Jepara yang telah membantu 2.398 siswa dan mahasiswa. Program ini akan terus dilanjutkan pada 2026 dengan dukungan Baznas dan kerja sama sejumlah kampus.

"Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita agar anak-anak Jepara memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pergunu Jepara Ahmad Makhali mengapresiasi kebijakan tersebut, karena pemkab menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung dunia pendidikan tanpa membedakan status lembaga.

"Kami sangat apresiasi sekali. Kartu Guru Sejahtera ini kabar gembira untuk para guru madrasah kita yang jumlahnya sekitar 2.241 orang," ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan guru diyakini akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Jepara.



Baca juga: Pemkab Jepara komitmen berikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026