Logo Header Antaranews Jateng

Akademisi sebut GTAP penting untuk mendukung proyeksi kebijakan ekonomi

Senin, 6 April 2026 13:26 WIB
Image Print
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang juga Ketua ISEI Cabang Purwokerto Prof Wiwiek Rabiatul Adawiyah memberi sambutan dalam "Workshop Aplikasi Model GTAP untuk Analisis Kebijakan" yang diselenggarakan ISEI bekerja sama dengan FEB Unsoed dan Bank Indonesia di Laboratorium Terpadu FEB Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Wiwiek Rabiatul Adawiyah mengatakan, pemanfaatan model Global Trade Analysis Project (GTAP) menjadi penting untuk mendukung proyeksi dan simulasi kebijakan ekonomi yang lebih komprehensif dan berbasis data.

Saat memberi sambutan dalam "Workshop Aplikasi Model GTAP untuk Analisis Kebijakan" di Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin, Prof Wiwiek yang juga Dekan FEB Unsoed mengatakan, dinamika ekonomi global dan nasional menuntut peningkatan kapasitas analisis para ekonom.

Menurut dia, para ekonom tidak hanya dituntut memahami fenomena ekonomi, tetapi juga harus mampu melakukan simulasi serta proyeksi kebijakan secara terukur.

"Model ekonomi seperti GTAP menjadi penting untuk membantu melakukan simulasi dan proyeksi kebijakan secara komprehensif," katanya.

Ia mengatakan, workshop yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bekerja sama dengan FEB Unsoed dan Bank Indonesia tersebut menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi.

Menurut dia, kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga mahasiswa, sehingga diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan ekonomi.

Ia mengatakan, kegiatan berlangsung selama dua hari, dengan agenda hari pertama berupa pelatihan aplikasi model GTAP, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.

“FGD akan mengangkat tema pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy) yang relevan dengan praktik di Kabupaten Banyumas sebagai salah satu daerah yang memiliki pengalaman dalam pengembangan program tersebut,” kata dia yang juga Ketua ISEI Cabang Purwokerto.

Lebih lanjut, dia mengatakan, ISEI Cabang Purwokerto memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan masukan terkait pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengendalian inflasi, serta kebijakan ekonomi lokal.

Selain itu, kata dia, ISEI juga berperan sebagai pusat pemikiran (think tank) ekonomi regional yang aktif melakukan diseminasi hasil riset serta mendorong kegiatan pengabdian masyarakat berbasis penelitian.

Dalam konteks daerah seperti Banyumas dan sekitarnya, kemampuan proyeksi dan analisis kebijakan ekonomi dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari peningkatan daya saing produk lokal, pengembangan UMKM, hingga respons terhadap perubahan kebijakan perdagangan dan investasi.

Oleh karena itu, dia mengharapkan para peserta workshop tidak hanya memahami aspek teknis penggunaan model GTAP, juga mampu mengimplementasikan dalam riset dan perumusan kebijakan nyata di tingkat daerah maupun nasional.

“Kami juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi antara akademisi, pemerintah, serta otoritas ekonomi dapat terus diperkuat guna mendorong pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Prof Wiwiek.

Baca juga: KAI Purwokerto menambah perjalanan KA saat libur Paskah



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026