
Samuel Wattimena: Pastikan UMKM berkontribusi di program makan bergizi gratis

Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena menegaskan bahwa program makan bergizi gratis harus dipastikan juga dirasakan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Paparan Kementerian UMKM kan menunjukkan jumlah UMKM yang terikat sebagai 'supplier' program MBG meningkat dari 18.614 UMKM pada 2025 menjadi 57.600 UMKM pada semester pertama 2026," katanya, dalam pernyataan di Semarang, Selasa.
Dalam rapat di DPR yang dihadiri oleh Menteri UMKM, ia mengatakan bahwa kenaikan secara kuantitatif yang cukup signifikan itu menunjukkan bahwa program MBG mulai menimbulkan ruang rantai pasok bagi pelaku UMKM.
Namun, kata dia, datanya perlu diperinci lagi, misalnya jenis UMKM yang terlibat, nilai transaksi riil yang diterima UMKM, hingga wilayah penyebaran UMKM yang berkontribusi pada program MBG.
Sebagai wakil rakyat, kata dia, perlu ada data yang lebih spesifik terkait UMKM yang menjadi pemasok bahan untuk program MBG, terutama di Jawa Tengah yang menjadi daerah pemilihan (dapilnya).
"Di mana persisnya fasilitas publik tersebut, daerah serta lokasinya, dan bagaimana sebetulnya sistem para UMKM di daerah bisa menjadi bagian untuk memanfaatkan fasilitas publik yang telah disediakan oleh Kementerian BUMN," katanya.
Menurut dia, data tersebut penting agar legislator bisa turut mengawasi dan membantu para pelaku UMKM yang berada di dapilnya dalam meningkatkan pemasarannya, termasuk untuk program MBG.
"Kontituen kami, masing-masing bisa turut mengawasi dan membantu mereka untuk bisa meningkatkan pemasaran mereka sehingga paparan teknis atau realisasi mengenai lokasi dan lain-lain menjadi sangat penting," katanya.
Ia mengapresiasi upaya pelibatan UMKM dalam program MBG untuk mengimbangi pemberitaan-pemberitaan negatif tentang MBG belakangan ini di berbagai daerah.
"Ya, karena ini akan menjadi sesuatu yang mengimbangi berita-berita negatif bahwasanya di berbagai daerah sebetulnya sudah ada kepedulian pemerintah melalui Kementerian UMKM untuk melakukan peningkatan," katanya.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa kemanfaatan MBG tidak hanya dari sisi peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru.
"Di mana akan ada ada uang kurang lebih sekitar Rp300 triliun yang digelontorkan turun langsung ke bawah. UMKM sebanyak 57.600 UMKM, 'supplier-supplier' sebanyak 64.000," katanya.
Pelaku UMKM yang menjadi penyuplai terbagi atas bahan baku kering, seperti minyak goreng, tepung, dan kecap, kemudian bahan baku basah, seperti telur, ayam filet, tempe, tahu, hingga buah-buahan.
Baca juga: KAI Semarang tutup enam perlintasan tak dijaga selama 2026
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
