Logo Header Antaranews Jateng

Samuel Wattimena soroti busana Denok Kenang 2026

Senin, 25 Mei 2026 23:58 WIB
Image Print
Pemenang Denok-Kenang 2026 berfoto bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Samuel Wattimena menyoroti busana yang digunakan Denok-Kenang 2026 yang dinilai tidak menunjukkan kekhasan Kota Semarang.

"Menurut saya mereka ini sebagai wakil Denok-Kenang dari Kota Semarang. Penampilan mereka tidak menunjukkan identitas yang keren mewakili Semarang," katanya, di sela penjurian Denok-Kenang 2026, di Semarang, Senin.

Denok-Kenang yang diambil dari sapaan kepada anak laki-laki dan perempuan dengan "Nang" atau "Nok", merupakan duta yang berperan mempromosikan potensi wisata di Kota Semarang.

Ia mengakui bahwa kritiknya terhadap gaun atau busana yang dikenakan Denok-Kenang didasari latar belakangnya sebagai desainer atau perancang busana.

"Mungkin karena saya latar belakangnya ada di fesyen, jadi saya terus-terang agak prihatin dengan penampilan dari Denoknya juga Kenang," katanya.

Sebagai wakil dari Kota Semarang, ia menilai penampilan Denok-Kenang 2026 justru tidak menunjukkan identitas yang keren mewakili Kota Atlas.

Untuk proses penjurian Denok-Kenang, Samuel mengapresiasi karena juri-juri yang sangat kompeten dari berbagai bidang, dan mereka semua cukup kritis.

Ia mencontohkan saat sesi penjurian ada peserta Denok-Kenang 2026 yang menyelipkan peribahasa bahwa pakaian dan perkataan merupakan bagian yang mencerminkan kebudayaan.

"Sementara pesertanya tadi pakai legging hitam, terus roknya atau kainnya disampir selutut, sedengkul. Itu sama sekali enggak 'represent'," katanya.
.
Artinya, kata dia, para peserta Denok-Kenang harus merepresentasikan daerah yang mereka wakili, termasuk dari pakaian yang dikenakan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan bahwa tema Denok Kenang 2026 mengusung semangat "Menyinari Budaya, Menguatkan Pariwisata".

Ia mengatakan bahwa budaya menjadi fondasi penting dalam membangun identitas, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

"Budaya menjaga Kota Lama, budaya melestarikan kuliner khas, budaya menerima tamu, serta budaya hidup harmonis menjadi napas Kota Semarang sehari-hari," katanya.

Dalam ajang tersebut, Bima Surya Wardana terpilih sebagai Juara 1 Kenang Semarang 2026, sedangkan Farah Azra Bramantya meraih gelar Juara 1 Denok Semarang 2026.

"Kritik Pak Samuel pun menjadi pengingat bahwa promosi wisata tidak cukup hanya tampil modern, tetapi juga harus menjaga akar budaya daerah agar tidak kehilangan identitasnya," katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026