
Samuel Wattimena apresiasi SNC tetap utamakan keselamatan

Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena mengapresiasi penyelenggaraan ajang Semarang Night Carnival (SNC) yang tetap mengutamakan keselamatan peserta dan masyarakat.
Pada pergelaran SNC 2026 yang dimulai dari depan Balai Kota Semarang, Sabtu (2/5) malam, hujan tiba-tiba mengguyur deras disertai angin sehingga terpaksa defile dibatalkan.
Ia menilai keputusan Wali Kota Semarang yang sempat membatalkan SNC 2026 sangat tepat karena mengutamakan keselamatan para peserta saat turun hujan yang sangat lebat.
Namun, karena tingginya antusiasme peserta SNC 2026 dan masyarakat sehingga kegiatan tersebut tetap berlanjut setelah hujan reda.
Sebagian peserta yang masih tetap bersemangat dan kostumnya tidak terdampak ingin tetap melanjutkan SNC, mengingat persiapan yang sudah dilakukan sangat lama.
Hanya saja, defile kostum peserta hanya berlangsung singkat dengan jarak sekitar 100 meter dari depan Masjid Raya Baiturrahman hingga Lapangan Simpang Lima Semarang
Sosok yang dikenal sebagai desainer itu pun menyempatkan menonton parade kostum spektakuler yang digelar sebagai agenda tahunan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang.
"Ini luar biasa, karena anak-anak muda terlibat langsung. Mereka membuat sendiri kostumnya, mendesain, hingga menampilkan di panggung. Ini perlu didukung dan diberi ruang lebih," katanya.
Menurut dia, kegiatan tahunan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah, khususnya Kota Semarang.
Apalagi, kata dia, SNC kini telah masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) yang semakin memperkuat daya tariknya di tingkat nasional.
"Saya melihat ini sebagai pencapaian yang baik karena sudah masuk dalam kalender kegiatan nasional. Artinya, Semarang punya potensi besar untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah," katanya.
Ia menilai keberadaan SNC mampu menjadi magnet wisata yang berdampak pada peningkatan kunjungan dan perputaran ekonomi lokal.
Ke depan, ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti kreativitas para peserta, khususnya anak muda dalam merancang kostum karnaval secara mandiri, mulai dari desain, proses pembuatan hingga penampilan dinilai mencerminkan potensi besar subsektor ekonomi kreatif.
Di sisi lain, Samuel mendorong Pemkot Semarang untuk memberikan apresiasi lebih terhadap karya-karya tersebut, salah satunya melalui penyediaan ruang galeri untuk memamerkan kostum-kostum karnaval.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
