Logo Header Antaranews Jateng

Samuel Wattimena ajak sosialisasi masif nobar Piala Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 20:21 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena. (ANTARA/HO-Pribadi)

Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena mengajak seluruh pihak terkait untuk melakukan sosialisasi secara masif program nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026.

"Saya fokus pada Piala Dunia saja. Tentunya kita tahu bahwa penyiaran Piala Dunia ini merupakan peningkatan citra buat kita. Dan juga repositioning sebagai media publik modern," katanya, dalam pernyataan di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (13/5).

Menurut dia, TVRI sebagai pemegang hak siar resmi penyiaran Piala Dunia 2026 harus bisa mempromosikan secara masif, apalagi sasarannya adalah generasi muda.

"Menurut saya juga menjadi penting dan seperti apa sebetulnya seluruh rencana itu bisa menarik generasi muda. Bagaimana menjangkau generasi muda untuk melihat ke hal tersebut?" katanya.

Kemudian, ia juga mendorong agar program nobar tersebut juga turut memfasilitasi talenta-talenta pesepakbola lokal atau nasional.

"Kita tahu bahwa ada beberapa daerah yang tim bolanya itu kuat. Pemain-pemain bola Indonesia ini pun sudah ada yang ke internasional," katanya.

Dari seluruh program acara yang dihadirkan, ia menilai belum mewadahi atau belum mempromosikan mereka, yakni para talenta pesepakbola berbakat Indonesia.

Ia juga menyoroti keterlibatan pelaku UMKM dalam program nobar Piala Dunia 2026 karena belum melihat sosialisasi yang diberikan kepada mereka.

"Bahwasanya akan ada nobar yang melibatkan UMKM. Mereka menyampaikan bahwa untuk UMKM terlibat ini harus mendaftar dengan link khusus," katanya.

Namun, kata dia, jika tidak ada sosialisasi secara masif mengenai prosedur pendaftaran dan website apa untuk mendaftar maka hasilnya tentu kurang maksimal.

Samuel juga meminta kejelasan peran pemerintah daerah dalam menyukseskan program nobar tersebut, termasuk legislator yang menaungi daerah pemilihan masing-masing.

"Sebagai anggota anggota DPR RI. Di daerah terkait masing-masing bisa juga turut mendukung dan menyosialisasikan," kata sosok yang dikenal sebagai desainer itu.

Ia khawatir jika nobar Piala Dunia 2026 tersebut digelar di daerah-daerah kecil kemungkinan para pelaku UMKM tidak memahami cara mengakses untuk menjadi peserta.

"Intinya acara ini adalah acara yang sangat positif dan bisa melakukan perputaran ekonomi bagi para UMKM dan masyarakat pelaku di bawah," katanya.

Karena itu, ia mengajak untuk melakukan jemput bola dan melakukan komunikasi secara lebih intens untuk menyukseskan nobar Piala Dunia 2026.

"Karena ini adalah momentum positif buat semuanya bergerak, bukan hanya penggemar bola," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026