Logo Header Antaranews Jateng

UMS tambah Doktor Ilmu Pendidikan, kembangkan buku Pancasila berorientasi Multiple Sources Learning

Kamis, 12 Februari 2026 14:46 WIB
Image Print
Foto bersama penguji, promotor, dan ko-promotor sekaligus meresmikan gelar Doktor Promovenda Wendy Dian Patriana di Kampus UMS Solo, Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Sidang Promosi Doktor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melahirkan doktor ke-21 Program Studi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), sebagai upaya mewujudkan visi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kegiatan ini digelar di Gedung Auditorium Djazman UMS Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Promovenda dalam sidang tersebut, Wendy Dian Patriana mempresentasikan disertasinya berjudul Pengembangan Buku Pendidikan Pancasila Sebagai Pendamping Berorientasi Multiple Sources Learning (MSL) Untuk Penguatan Sikap Berkebinekaan Siswa Sekolah Dasar Kota Surakarta.

Disertasi Wendy Dian memperkenalkan buku pendamping Pendidikan Pancasila yang berfungsi memperkuat sikap kebhinekaan siswa Sekolah Dasar (SD) di era transformasi digital.

Penelitian ini berawal dari data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2024, data memperlihatkan penurunan kondisi iklim kebhinekaan di SD Kota Surakarta. Transformasi digital menciptakan peluang dalam mendistribusikan kebhinekaan secara lebih luas.

Namun, lanjutnya, perubahan tersebut juga menciptakan ancaman disintegrasi bangsa. Hal negatif tersebut dapat terlihat dari kemudahan akses berbagai informasi oleh anak-anak usia sekolah dasar, termasuk cyber bullying dan digital harassment.

“Fakta bahwa keberagaman adalah identitas dan kepribadian bangsa Indonesia. Di sini, sekolah memiliki peran penting untuk memperkenalkan kekayaan dan keragaman. Di balik kekayaan tersebut, terdapat resiko potensi konflik yang tinggi pula,” paparnya.

Selain itu, Wendy menambahkan menurut survei SNPHAR kekerasan emosional merupakan bentuk permasalahan kebhinekaan utama yang kerap terjadi di lingkungan sosial anak. Kemudian, tantangan pergeseran pola pendidikan pasca pandemi COVID-19 menunjukkan kesenjangan dan kompleksitas global.

“Terdapat beberapa masalah yang dihadapi diantaranya kesenjangan dan kompleksitas global, kesenjangan kebijakan dan realitas implementasi, kasus intoleransi yang tinggi, perubahan pada pembelajaran, kelemahan bahan ajar dan juga iklim kebhinekaan sekolah yang rendah,” tambahnya.

Menjawab permasalahan yang terjadi dalam ranah pendidikan SD, produk yang dikembangkan oleh promovenda berupa buku pendamping Pendidikan Pancasila untuk kelas 4 SD yang bernuansa activity book. Buku ini dirancang dengan pendekatan MSL, yaitu pendekatan pembelajaran bagi guru untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan sumber-sumber belajar secara variatif dan kolaboratif.

Buku ini tidak hanya berfokus pada kompetensi afektif, tetapi juga memberi ruang terbuka kepada siswa untuk mengeksplorasi aspek-aspek kreativitas. Dalam buku tersebut terdapat aktivitas-aktivitas kesenian yang mengandung unsur-unsur budaya di Indonesia, serta kompetensi kognitif yang dapat digunakan oleh siswa secara optimal.

Prof. Dr. Anam Sutopo, M. Hum., sebagai ketua penguji mewakili Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan Wendy dalam meraih gelar doktor.

“Tetap istiqomah dalam berkarir dan tetap tekun pada jenjang keilmuan, ini bukan akhir dari belajar tetapi justru menjadi awal perjuangan,” harapnya.

Selanjutnya, promotor disertasi Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., turut menuturkan pesan-pesan kepada Wendy terkait karakter yang harus dimiliki seorang doktor.

“Dua karakter mencakup kemampuan kompetensi iptek dan kompetensi spiritual menjadi satu bagian yang utuh,” pesannya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026