Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi peran dakwah komunitas yang selama ini dijalankan organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah dalam menjaga harmoni sosial dan situasi kondusif masyarakat.
"Komunitas itu luas karena tidak hanya bicara agama, tapi juga kemanusiaan. Bahkan permasalahan lain. Kami atas nama pemerintah berterima kasih," katanya di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu saat menerima audiensi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng.
Menurut dia, pendekatan dakwah berbasis komunitas memiliki peran strategis karena tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga persoalan kemanusiaan dan sosial yang lebih luas.
Selama ini, kata dia, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jateng dan Muhammadiyah juga telah berjalan baik dan perlu terus diperkuat, termasuk di sektor kesehatan dan sosial.
Sementara itu, Ketua LDK PW Muhammadiyah Jateng AM. Jumai menegaskan bahwa LDK memiliki fokus khusus pada pendampingan komunitas-komunitas tertentu.
Komunitas yang disasar untuk berdakwah, mulai komunitas ojek online, kawasan eks Resosialisasi Sunan Kuning, hingga pembinaan eks narapidana terorisme.
"Itu yang kami geluti, termasuk membangun kekuatan dakwah lebih luas," katanya.
Selain itu, kata dia, LDK Muhammadiyah juga mengelola Mualaf Learning Center dengan pendekatan pemberdayaan.
"Pembinaannya tidak sekadar keimanan, mengaji, dan sebagainya, tapi juga kemandirian," katanya.
Dalam kesempatan itu, juga disampaikan rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II LDK Muhammadiyah, serta Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri, yang akan digelar di Jateng pada 29–31 Januari 2026.
Jumai menyampaikan kegiatan tersebut akan diikuti perwakilan LDK dari seluruh Indonesia, jumlahnya sekitar 200 peserta.

