Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang optimalkan program kesetaraan untuk meningkatkan IPM

Jumat, 8 Mei 2026 15:32 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah terus mengoptimalkan pelaksanaan program pendidikan kesetaraan bagi masyarakat putus sekolah sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo di Batang, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh bagi warga putus sekolah atau sudah lewat usia sekolah namun tetap ingin belajar.

"Kami pastikan tidak ada pembatasan usia pada program pendidikan kesetaraan ini. Bagi warga yang sudah berusia 65 tahun pun kalau mau sekolah juga kami persilakan," katanya.

Ia memastikan bahwa masyarakat tidak perlu ragu dengan status ijazah pendidikan kesetaraan ini, baik ijazah Paket B dan C tetap memiliki legalitas yang sama kuatnya dengan sekolah formal untuk melanjutkan studi.

"Bagi peserta lulusan program Paket B bisa mendaftar ke SMA/sederajat dan lulusan Paket C juga bisa untuk mendaftar kuliah," katanya.

Menurut dia, anggaran program pendidikan kesetaraan bagi peserta usia sekolah 24 tahun ke atas akan dibantu melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Banyak buruh pabrik di kawasan industri Batang yang memanfaatkan program pendidikan kesetaraan ini untuk meningkatkan jenjang karirnya. Pada 2025 saja, peserta Paket C mencapai 1.139 orang yang sebagian besar diikuti pekerja pabrik," katanya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2026, tercatat sebanyak 5.009 peserta yang tersebar di 23 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mengikuti program pendidikan kesetaraan.

"Ya kami pastikan pintu kelas selalu terbuka bagi siapa saja selama semangat belajar warga itu masih ada," katanya.

Baca juga: Pemkab Batang membangun tiga TPS3R senilai Rp1,8 miliar



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026