Logo Header Antaranews Jateng

Tingkatkan kualitas mengajar, guru di Kudus buat komunitas belajar

Jumat, 8 Mei 2026 22:17 WIB
Image Print
Peluncuran Komunitas Belajar (Kombel) di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Kelompok guru di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membentuk komunitas belajar (kombel) sebagai upaya meningkatkan kualitas guru dalam mengajar agar lebih inovatif, adaptif, dan kolaboratif.

"Kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong guru berkualitas melalui pelatihan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) serta coding yang diproyeksikan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa di sekolah dasar," kata Koordinator Wilayah Kecamatan Mejobo Masrukan ditemui usai peluncuran kombel di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus, Jumat.

Ia menegaskan komunitas belajar tersebut bukan sekadar wadah formal, melainkan ruang bersama untuk menggerakkan perubahan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Para guru di Kecamatan Mejobo diharapkan terus bergerak, berinovasi, dan saling berbagi praktik baik.

Menurut dia, slogan "Belajar bareng, pintar bareng" menjadi semangat bersama dalam komunitas tersebut. Seluruh guru diharapkan dapat memperoleh manfaat dari kegiatan pelatihan yang diselenggarakan.

Adapun tujuan utama dari seluruh program yang dijalankan, yakni memenuhi hak anak untuk mendapatkan pembelajaran berkualitas.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kombel Mejobo Eko Mardiana menjelaskan komunitas belajar tersebut akan menjalankan berbagai program pelatihan guru secara berkelanjutan.

"Gambarannya nanti akan melaksanakan diklat di Wisma Djarum. Diharapkan yang sudah mengikuti diklat bisa berbagi praktik baik dengan guru-guru yang kebetulan belum ikut ," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum pelatihan utama dilaksanakan, para pengurus kombel akan mengikuti kegiatan Training of Trainer (TOT) agar seluruh fasilitator memiliki pemahaman yang sama dalam menyampaikan materi.

"Nanti di setiap kombel, di setiap gugus, meskipun fasilitatornya ada 38 orang, tetapi ada keseragaman materi dan arah pembelajaran," ujarnya.

Program pelatihan akan difokuskan pada penguatan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) dan pembelajaran coding yang menyesuaikan kebutuhan kurikulum terbaru.

Menurut dia, KSE menjadi perhatian utama karena dinilai relevan dengan kondisi siswa saat ini yang membutuhkan penguatan sosial dan emosional.

"Guru harus tahu caranya supaya anak tidak mudah putus asa dan tidak mudah mengambil tindakan yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain," ujarnya.

Selain itu, pelatihan coding akan diberikan khusus kepada guru kelas 5 dan 6 sesuai kebutuhan kurikulum.

Kombel Mejobo juga menerapkan sistem pembelajaran berkelanjutan berbasis in-on-in, yakni pelatihan langsung, pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), serta berbagi pengalaman antar guru melalui lesson study.

Ia berharap peningkatan kompetensi guru dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas siswa, baik dari sisi karakter maupun akademik.

"Karakternya meningkat, kemudian secara kompetensinya juga meningkat, baik akademik maupun nonakademik. Dampak paling besar yang kita harapkan adalah ke siswa," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026