Semarang (ANTARA) - Tim dari Sekolah Dasar (SD) Negeri Sendangmulyo 04 Kota Semarang dan SDN Klepu 03 Kabupaten Semarang berhasil mempertahankan juara MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025–2026.
SDN Sendangmulyo 04 sukses menjuarai kelompok umur (KU) 12, sedangkan SDN Klepu 03 meraih podium utama pada KU 10 yang keempat kali berturut-turut atau "quattrick".
Pada pertandingan babak final KU 12, di Lapangan Sidodadi, Semarang, Minggu, SDN Sendangmulyo 04 mengalahkan SDN Sendangmulyo 02 dengan skor 6-3.
Sedangkan pada babak final KU 10, SDN Klepu 03 sukses menundukkan SDN Kalibanteng Kidul 03 dengan skor 4-0.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jackson F Tiago menjelaskan bahwa gelaran MLSC tidak hanya sekadar turnamen sepak bola putri usia muda.
Namun, kata dia, ajang tersebut merupakan wadah penting bagi peserta untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka sejak dini, sekaligus membuka jalur menuju level profesional, seperti Tim Nasional Indonesia.
"Turnamen MLSC bisa dikatakan menjadi salah satu ajang yang penting karena saat ini merupakan jalan menuju jenjang yang lebih tinggi. Visi MLSC adalah membuka peluang mereka suatu saat nanti mengenakan jersey Merah Putih," katanya.
Ia menekankan bahwa turnamen seperti MLSC memberikan pengalaman kompetitif yang krusial bagi peserta, tidak hanya dari sisi teknik bermain, tetapi juga mental bertanding, kerja sama tim, dan sportivitas.
Setiap pertandingan, uji keterampilan dalam Skill Challenge, dan Festival SenengSoccer bagi kategori KU 8 menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkesinambungan.
"Ini bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tentang memberi mereka panggung untuk belajar, berkembang, dan percaya diri," katanya.
Dengan digelarnya MLSC Seri 2 2025-2026 di 12 kota, Jackson percaya bahwa program tersebut mampu mengidentifikasi dan menyiapkan bibit-bibit berbakat sejak usia dini, mencetak generasi pemain putri yang kelak akan menjadi andalan Indonesia di kancah internasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Joko Hartono mengapresiasi upaya MLSC untuk terus memfasilitasi talenta-talenta muda, khususnya para siswi, dalam mengembangkan bakatnya bermain sepak bola.
"Ini menjadi sebuah momentum pengembangan diri yang tepat bagi para siswi kota Semarang untuk dapat menyalurkan dan mengembangkan bakatnya bermain sepak bola," katanya.
Program Director MLSC Teddy Tjahjono menegaskan bahwa penyelenggaraan MLSC Semarang Seri 2 2025–2026 merupakan bukti nyata komitmen dalam membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia secara bertahap dan berkesinambungan.
"Kami yakin setiap peserta memiliki potensi luar biasa. MLSC bukan sekadar turnamen, tetapi panggung untuk berlatih, bertanding, dan menanamkan nilai sportivitas," katanya.
MLSC Semarang Seri 2 diikuti 1.239 peserta dari 65 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Semarang dan sekitarnya, terbagi dalam 55 tim KU 10 dan 64 tim KU 12.

