
UMKM menyumbang 48 persen total investasi di Temanggung pada 2025

Temanggung (ANTARA) - Nilai investasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mencapai 48 persen dari total capaian investasi Rp2,1 triliun tahun 2025, kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei.
"Menarik dari total investasi Rp2,1 triliun di tahun 2025, ternyata disokong oleh teman-teman UMKM sebanyak 48 persen," katanya di Temanggung, Senin.
Menutut dia, hal itu berbeda dengan kabupaten/kota seperti Semarang, Solo, Tegal dan Brebes yang banyak disokong oleh industri besar yang hampir mencapai 80-90 persen.
"Di Kabupaten Temanggung itu bagus, berarti pertumbuhan ekonomi di tingkat mikro dan kecil itu baik, jadi imbang ini, jadi kabupaten/kota yang lain banyak disokong atau mendapatkan investasi itu dari perusahaan besar lebih dari 75 persen, kalau Temanggung tidak, 48 persen dan 52 persen hampir imbang," katanya.
Ia mengatakan di tahun 2025 salah satu indikator tersebut menjadikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Temanggung menjadi MPP Prima Nasional. MPP itu ada empat kategori , yakni tidak layak, layak, baik, prima.
Di tingkat nasional, katanya, hanya enam yang prima dan salah satunya diraih Kabupaten Temanggung.
"Pada 29 Desember 2025 Pemkab Temanggung mendapatkan predikat pelayanan prima dari Kemenpan RB, jadi terkait investasi di tahun 2025 sudah tercapai banyak didukung oleh 48 persen UMKM," katanya.
Baca juga: Rumah Kemasan Temanggung sediakan desain kemasan pelaku UMKM
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
