BPJS Kesehatan gencarkan kegiatan Prolanis

id bpjs kesehatan,prolanis,hut,semarang

BPJS Kesehatan gencarkan kegiatan Prolanis

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang mengadakan Kegiatan BPJS Kesehatan Mengajar sekaligus sosialisasi program promotif preventif tahun 2019 yang diikuti oleh perwakilan peserta Prolanis dan PIC/Petugas FKTP dari seluruh FKTP (Foto: Humas BPJS Kesehatan)

Semarang (ANTARA) - BPJS Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menjamin pelayanan kesehatan bagi pesertanya melalui Program Pengelololaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif kepada peserta JKN-KIS yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan (faskes), dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program dalam rangka memelihara kesehatan peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis.

Baca juga: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bersama sukseskan program jaminan sosial

"Dengan menjadi peserta Prolanis, banyak keuntungan yang dapat dirasakan oleh peserta antara lain, meningkatnya komunikasi atau hubungan yang baik antara dokter dan pasien, serta dokter yang akan senantiasa memantau status/kondisi kesehatan peserta Prolanis secara rutin setiap bulannya," kata Asri Wulandari Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Semarang, di Semarang, Jumat.

Peserta Prolanis akan mendapatkan informasi tentang jadwal periksa Laborat rutin, jadwal kegiatan senam dan edukasi, pemantauan kepatuhan minum obat dan konsultasi lainnya misal konsultasi diet/gizi.

"Semoga dengan mengikuti kegiatan Prolanis bisa menjadi motivasi bapak ibu peserta Prolanis, walaupun menderita penyakit kronis, namun tetap semangat dan bahagia agar kesehatannya dapat terkendali dengan baik," katanya.

Bertepatan dengan dengan HUT ke-51 BPJS Kesehatan, pada Rabu (19/6) dan Jumat (21/6), BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang mengadakan Kegiatan BPJS Kesehatan Mengajar sekaligus sosialisasi program promotif preventif tahun 2019 yang diikuti oleh perwakilan peserta Prolanis dan PIC/Petugas FKTP dari seluruh FKTP di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Hal tersebut untuk memberikan pemahaman lebih kepada peserta Prolanis dan petugas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tentang pentingnya Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis.

Melalui program Prolanis tersebut meliputi tindakan promotif dan preventif, kuratif (pengobatan) serta rehabilitatif (pemulihan kesehatan) dimana pelayanan kesehatan bisa diberikan atas indikasi medis (bukan keinginan peserta) dan tidak memandang berat ringannya suatu penyakit atau diagnosa.

Per Juni 2019 peserta Prolanis yang terdaftar dan aktif mengikuti program-program Prolanis sebanyak 39.402 untuk peserta Prolanis Diabetes Melitus (DM) dan 17.587 untuk peserta Prolanis Hipertensi di wilayah Semarang dan Kabupaten Demak.

Salah satu penderita DM yang telah merasakan manfaat adanya program Prolanis, bernama Krisni peserta prolanis dari Klinik Esti Husada Semarang yang ikut hadir dalam acara BPJS Kesehatan Mengajar.

Krisni mengaku sudah satu tahun tergabung dalam klub Prolanis Klinik Esti Husada, bahkan selama 1 tahun ini Krisni menyampaikan bahwa penyakitnya tidak pernah kumat lagi dan jauh lebih terkontrol dari sebelumnya.

“Program Prolanis membantu saya mengontrol penyakit DM saya, dengan ikut Prolanis, dari klinik, saya mendapatkan obat-obatan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Selain itu saya juga termotivasi menjaga kesehatan saya dengan tetap bergerak aktif dan mengikuti kegiatan-kegiatan di klub Prolanis seperti senam dan penyuluhan kesehatan” kata Krisni.

Pada acara tersebut, Dokter Mugi dari Klinik Mugi Sehat memberikan materi mengenai Prolanis sekaligus mengajak seluruh peserta Prolanis untuk melakukan aktifitas fisik sejenak dengan senam Prolanis selama 5 menit.

Dokter Mugi menyampaikan bahwa Diabetes Melitus dan Hipertensi perlu pemantauan khusus dengan disiplin dan patuh untuk melakukan aktivitas fisik, pemeriksaan laboratorium, dan minum obat secara rutin agar tidak timbul komplikasi yang lebih parah.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan gencar sosialisasikan aplikasi BPJSTKU
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar