Kuliah umum Polbangtan: Membangun integritas petani milenial bersama Irjen Kementan

id Kuliah umum Polbangtan, irjen kementan

Kuliah umum Polbangtan: Membangun integritas petani milenial bersama Irjen Kementan

Irjen Kementerian Pertanian Justian Ridwan Siahaan memberi kuliah umum di Polbangtan YoMa (Foto: Polbangtanyoma/tantyanuar)

Magelang - Mahasiswa Jurusan Peternakan semester V dan VII Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta- Magelang ( YoMa) mengikuti kuliah umum bertajuk Membangun Integritas Petani Milenial bersama Irjen Kementerian Pertanian Justian Ridwan Siahaan.

Demi mewujudkan swasembada pangan menuju lumbung pangan dunia 2045, Kemenyan bersama kaum muda membangun pondasi pertanian untuk dapat mencapai target yang diharapkan.

"Peran Inpektorat Jenderal berpartisipasi dalam mendorong industrialisasi pertanian bersama petani. Petani milenial yang dimaksud berusia 19-35 tahun yang adaptif terhadap teknologi digital," kata Justian, Sabtu.

Dengan target satu juta petani milenial yang tergabung dalam 40.000 kelompok petani milenial (1 kelompok petani milenial terdiri dari 20-30 petani).

Hal ini diikuti dengan adanya penyuluhan yang merupakan penyaluran pendidikan
berupa precision farming, smart farming, dan digital farming, yang tentunya diikuti dengan adanya pelatihan setelah adanya penyuluhan.

Harapannya, menurut dia, kaum muda terutama mahasiswa juga ikut berperan mendorong para petani untuk mengikuti perkembangan digital dan menghasilkan ouput inovasi-inovasi pertanian.

Untuk menyambut hal tersebut, pertanian telah membuat terobosan dengan pemberdayaan rawa-rawa untuk lahan pertanian mengingat lahan makin sempit dengan berubahnya alih fungsi lahan pertanian untuk sektor industri.

Hal ini juga perlu dukungan petani milenial untuk mewujudkan cita-cita pembangunan pertanian tersebut, katanya.

Peran kaum muda mahasiswa ini tak luput dari sifat integritas terhadap bangsa yang tinggi, dengan maksud agar kaum muda memiliki pandangan visioner, bersikap konsisten, gigih, peduli, dan tidak mudah putus asa untuk melaksanakan kebenaran yang diyakini. (Polbangtanyoma/Tantyanuar) ***
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar