Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di saat Koptu Siget Sugiarto sedang berdinas di Koramil Jatilawang dan istrinya, Muslikun (39) sedang mencuci pakaian di belakang rumah.
"Selesai mencuci, saya hendak ke ruang depan namun pintu ruang tengah terasa diganjal. Saya merasa ada yang tidak beres," kata Muslikun.
Setelah pintu itu terbuka, dia segera segera ke kamar tidur dan melihat ruangan tersebut berantakan.
"Saya segera teriak 'maling, maling' dan tetangga berdatangan," katanya.
Menurut dia, kawanan pencuri yang masuk ke rumah dengan cara mencongkel pintu garasi ini membawa kabur uang tunai sebesar Rp92 juta dan perhiasan emas sekitar 2 ons senilai Rp140 juta.
Dia menduga kawanan pencuri ini mengetahui kondisi rumah karena bisa membuka pintu gerbang yang tertutup rapat.
"Kalau orang yang belum biasa, akan kesulitan membuka pintu gerbang," katanya.
Salah seorang tetangga korban, Sutarmi mengaku melihat dua orang yang tidak dikenal mendatangi rumah Koptu Siget Sugiarto.
"Mereka menggunakan sepeda motor warna hitam, pelat nomornya tidak jelas," katanya.
Warga lainnya yang rumahnya berhadapan dengan rumah korban, Yeni mengatakan, dua orang itu menggunakan pakaian dan celana panjang ketat berwarna hitam.
"Saya kira mereka tamunya Pak Siget karena rumah itu sering kedatangan tamu," katanya.
Kasus pencurian tersebut hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan Kepolisian Sektor Wangon.

