Logo Header Antaranews Jateng

Pertamina cek kandungan air di SPBU Bacin Kabupaten Kudus

Selasa, 13 Januari 2026 19:49 WIB
Image Print
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan saat melakukan pengecekan tangki pendam BBM di SPBU Bacin Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). (ANTARA/HO. Pertamina.)

Kudus (ANTARA) - PT Pertamina melakukan pengecekan terhadap SPBU di Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati, termasuk SPBU Bacin Kudus menyusul adanya keluhan gangguan kendaraan konsumen yang diduga disebabkan kandungan air pada bahan bakar usai pengisian di SPBU Bacin.

"Pengecekan dilakukan pasca banjir dan tingginya curah hujan yang terjadi pada Minggu (11/1) hingga Senin (12/1). Pengecekan menyeluruh ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati terkait potensi kandungan air," kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan di Kudus, Selasa.

Dari hasil pemeriksaan awal, kata dia, Pertamina menemukan ada satu SPBU di Kabupaten Kudus yang terindikasi mengandung air akibat curah hujan, yakni SPBU 43.593.18 Bacin.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Pertamina langsung memerintahkan penutupan sementara atau penghentian penjualan BBM di SPBU tersebut sejak pukul 06.00 WIB guna dilakukan pengecekan lanjutan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan prosedur pengecekan meliputi penelusuran riwayat pengiriman BBM, pemeriksaan kandungan air melalui sistem Automatic Tank Gauging (ATG), pengecekan fisik menggunakan pasta air, serta pembersihan tangki secara menyeluruh.

"Pertamina memastikan produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian, maka akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Bagi konsumen yang merasa kendaraannya mengalami gangguan atau menemukan indikasi adanya air setelah pengisian BBM di SPBU tersebut, Pertamina mengimbau untuk segera mendatangi SPBU tempat pengisian guna dilakukan proses validasi.

"Apabila terbukti, konsumen akan diberikan ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Hingga kini, kata dia, pihak SPBU terkait menerima keluhan konsumen tercatat ada 10 unit sepeda motor yang mengalami permasalahan. Konsumen tersebut, akan mendapatkan ganti rugi perbaikan mesin kendaraan serta memberikan e-voucher pembelian BBM produk Pertamax.

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyampaikan pengaduan atau informasi melalui SPBU tempat pengisian atau melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Pertamina berkomitmen menjaga kualitas produk serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Bank Jateng beri beasiswa pelajar Kudus sebagai wujud peduli pendidikan





Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026