
50 truk per hari dicegah masuk Silayur antisipasi laka

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menyebutkan setidaknya 50 truk bertonase besar dicegah masuk ke kawasan Silayur setiap harinya sebagai langkah untuk mengantisipasi kecelakaan yang kerap terjadi di jalan yang menanjak dan menurun curam itu.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang Dody Febrianto, di Semarang, Minggu, mengatakan terus memperketat pengawasan di koridor Jalan Prof Hamka sebagai langkah serius memutus rantai kecelakaan di kawasan rawan Tanjakan Silayur.
Menurut dia, langkah pengawasan dilakukan setiap hari sebagai tindak lanjut evaluasi atas sejumlah insiden yang terjadi di kawasan Silayur.
Melalui pemasangan portal pembatas ketinggian 3,4 meter dan penjagaan intensif di Kedungpane serta Simpang Jrakah, sedikitnya 50 kendaraan berat setiap hari dicegah melintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kebijakan pembatasan kendaraan bertonase di atas 8 ton itu diberlakukan pada pukul 05.00 hingga 23.00 WIB.
Ia menjelaskan selama jam tersebut kendaraan berat diarahkan memutar balik atau menunggu hingga jam operasional berakhir.
"Rata-rata dalam sehari dari arah BSB melalui portal Wates Kedungpane maupun portal Jrakah, ada sekitar 50 kendaraan berat yang kami putar balikkan. Mayoritas berasal dari Jakarta, Surabaya, hingga luar Jawa," katanya.
Menurut dia, sebagian besar sopir mengaku belum mengetahui adanya pembatasan operasional maupun pemasangan portal di jalur tersebut.
Karena itu, Dishub juga terus memperkuat sosialisasi agar pengemudi angkutan logistik memahami aturan sebelum memasuki wilayah Kota Semarang, selain penindakan di lapangan.
Pengawasan dilakukan bergantian di dua titik portal utama, dan portal di Simpang Jrakah yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan pun telah diperbaiki agar pengendalian kendaraan dapat berjalan maksimal.
Tidak hanya truk besar, bus berukuran besar yang hendak melintas menuju Jalan Prof Hamka juga diarahkan menggunakan jalur alternatif atau menunggu hingga pembatasan berakhir.
Untuk mengantisipasi perpindahan arus kendaraan berat ke jalur alternatif, Dishub turut menerjunkan petugas patroli di kawasan Gunungpati menuju Boja.
Langkah tersebut dilakukan karena kontur jalan yang sempit dan menanjak dinilai berisiko dilalui kendaraan bertonase besar.
"Kami patroli untuk memberikan imbauan agar kendaraan berat tidak melintas ke jalur Gunungpati karena kondisi jalannya cukup rawan," katanya.
Pengamanan koridor Prof Hamka, kata dia, bukan langkah sementara, melainkan bagian dari penataan lalu lintas jangka panjang guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
