Logo Header Antaranews Jateng

17 proyek investasi unggulan ditawarkan pada CJIBF 2026

Senin, 11 Mei 2026 18:52 WIB
Image Print
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, didampingi Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, dan Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho, saat memberikan pernyataan usai pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026, di Semarang, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Setidaknya 17 proyek investasi unggulan atau IPRO (Investment Project Ready to Offer) dipromosikan kepada calon investor pada penyelenggaraan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026.

CJIBF 2026 dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, di Semarang, Jateng, Senin.

Agenda tahunan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng bersama Pemerintah Provinsi Jateng, sebagai bagian dari upaya memperkuat investasi dan perdagangan daerah.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menegaskan pentingnya sinergi antara investasi dan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global.

Kali ini, CJIBF mengambil tema "Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth".

Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho menyebutkan proyek yang ditawarkan kepada calon investor itu mencakup sektor energi terbarukan, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan.

Dari sektor energi terbarukan, antara lain Candi Umbul Telomoyo Geothermal Power Plant milik Geo Dipa Energy, Logawa Minihydro Power Plant di Banyumas, Agricultural Waste Utilization for Biomass Energy di Grobogan.

Pada sektor pertanian dan hilirisasi pangan, antara lain terdapat proyek Integrated Coconut Industry, Integrated Shrimp Industry, dan Integrated Fisheries Special Zone di Cilacap, dan Salt Industry di Jepara.

Kemudian, sektor pariwisata, di antaranya proyek pengembangan Taman Kyai Langgeng Ecopark di Kota Magelang, proyek Pengembangan Pulau Panjang di Jepara, dan Pengembangan Deyangan Resort di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Selain itu, pada sektor pertambangan juga terdapat proyek Mineral Extraction dari Geo Dipa Energy di Kabupaten Banjarnegara.

Calon investor juga dipertemukan dengan empat kawasan industri utama di Jateng, yaitu Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa investasi di Jateng terus meningkat, terlihat pada triwulan I 2026 dengan realisasi investasi mencapai Rp23,02 triliun dan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang di 35 kabupaten/kota.

Capaian tersebut meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memperkuat posisi Jateng sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Investasi di Jawa Tengah juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja UMKM Jawa Tengah untuk naik kelas hingga level nasional maupun internasional.

CJIBF 2026 terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan, yaitu talkshow bertema "Empowering Green and Sustainable Growth: Unlocking Investment Opportunities in Central Java's Leading Sectors", "project showcasing, one on one meeting", dan kunjungan ke lokasi proyek investasi unggulan.

Selain penyelenggaraan CJIBF, sebagai bagian dari rangkaian penguatan perdagangan dan pengembangan UMKM, BI Jateng turut menggelar "UMKM Grande 2026" pada 7-11 Mei 2026, menghadirkan 90 pelaku UMKM di Jateng.



Baca juga: 147 kuda dari 12 daerah mengikuti IHR 2026 di Semarang



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026