
Gubernur: Jateng butuh pembenahan logistik laut jadi kebutuhan mendesak

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembenahan logistik laut menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga daya saing investasi dan kawasan industri di wilayah tersebut.
"Ini yang ingin kita ubah. Karena nanti makin banyak kawasan industri, makin banyak tenant-nya, maka harus kita perbaiki pelabuhannya," katanya, di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Sistem Logistik Berbasis Laut yang membahas penguatan sistem logistik laut di Jateng, terutama pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Kendal, dan dry port di Batang.
Ketiganya dinilai menjadi simpul penting untuk menekan biaya logistik sekaligus menjaga daya saing investasi.
Luthfi mengaku sudah mendorong kepada pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pembenahan infrastruktur logistik berbasis laut tersebut.
Sebab, kata dia, sekitar 70 persen arus kontainer ke Jateng masih bergantung lewat Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, sementara yang melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang baru sekitar 30 persen.
"Kondisi itu membuat ongkos logistik industri menjadi lebih mahal," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan pembenahan pelabuhan laut di Jateng menjadi perhatian pemerintah pusat karena biaya logistik berpengaruh langsung terhadap biaya produksi pelaku usaha.
"Salah satu hal yang perlu kita kembangkan dan kita support untuk wilayah Jawa Tengah ini adalah pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas," katanya.
Menurut dia, biaya logistik menjadi komponen penting dalam kegiatan industri, perdagangan, dan investasi sehingga akan ikut mendorong penyelesaian persoalan tersebut bersama kementerian terkait, terutama Kementerian Perhubungan.
Selain Tanjung Emas, pemerintah juga menyoroti kebutuhan pengembangan Pelabuhan Kendal dan dry port Batang yang dinilai penting karena okupansi industrinya terus meningkat.
Ia menegaskan bahwa penguatan pelabuhan dan jaringan logistik menjadi syarat penting agar investasi Jateng tidak melemah.
Rapat tersebut diikuti jajaran pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, serta Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, turut hadir kepala daerah maupun yang mewakili dari Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Demak, dan Batang. Termasuk juga organisasi perangkat daerah (OPD) Jateng, serta jajaran lembaga dan instansi terkait.
Baca juga: KAI Semarang siapkan KA tambahan layani penumpang saat libur kenaikan Yesus Kristus
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
