Logo Header Antaranews Jateng

Bersama Aisyiyah, BPJS Ketenagakerjaan dorong perluasan perlindungan pekerja rentan

Senin, 11 Mei 2026 16:15 WIB
Image Print
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Agung Nugroho saat menghadiri Semarak Milad Aisyiyah ke-109 dan Hari Ber-‘Aisyiyah Kabupaten Purworejo yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Purworejo, Minggu (10/5/2026). (ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan)

Semarang (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mendorong perluasan perlindungan pekerja rentan dengan menggandeng Aisyiyah.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Agung Nugroho menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan pekerja informal.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Semarak Milad Aisyiyah ke-109 dan Hari Ber-‘Aisyiyah Kabupaten Purworejo yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Purworejo, Minggu.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan ucapan selamat Milad ke-109 kepada seluruh keluarga besar Aisyiyah yang selama lebih dari satu abad dinilai konsisten berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ekonomi umat.

"Atas nama BPJS Ketenagakerjaan, kami menghaturkan selamat Milad ke-109 kepada seluruh keluarga besar Aisyiyah," katanya.

Selama lebih dari satu abad, kata dia, Aisyiyah telah menjadi organisasi perempuan Islam yang konsisten berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan hingga penguatan ekonomi umat," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo atas komitmennya dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.

Menurut dia, langkah yang dilakukan Pemkab Purworejo menjadi contoh nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hingga tingkat akar rumput.

Menurut data BPJS Ketenagakerjaan, komitmen tersebut diwujudkan melalui perlindungan kepada 1.100 pekerja rentan, 1.400 petani tembakau dan penderes melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Serta, 5.664 tenaga kerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berikut Ketua RT dan RW di Kabupaten Purworejo.

Perhatian terhadap sektor pendidikan juga terus diperkuat, terbukti Hingga saat ini sebanyak 3.458 guru mengaji di Kabupaten Purworejo telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pendidik keagamaan yang memiliki peran penting dalam pembangunan karakter masyarakat.

Pada momentum tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan perlindungan kepada 166 guru yang telah terlindungi dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui dukungan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen.

Perlindungan tersebut diberikan sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Semarak Milad Aisyiyah ke-109.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Agung Nugroho saat menghadiri Semarak Milad Aisyiyah ke-109 dan Hari Ber-‘Aisyiyah Kabupaten Purworejo yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Purworejo, Minggu (10/5/2026). (ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan)

"Melalui momentum ini kami berharap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat semakin meluas dan menjadi budaya bersama. Ketika pekerja terlindungi, maka keluarga menjadi lebih tenang, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pun akan semakin baik," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Hesnypita menyampaikan bahwa sinergi bersama organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga menyentuh kelompok pekerja rentan di tingkat akar rumput.

"Aisyiyah memiliki jaringan sosial yang kuat dan dekat dengan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kesadaran serta memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja informal dan pekerja rentan agar semakin banyak masyarakat yang kerja keras bebas cemas," katanya.

Ia menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng DIY terus mendorong penguatan strategi 3C yaitu Coverage, Care, dan Credibility sebagai upaya memperluas cakupan kepesertaan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, ia menilai momentum Milad Aisyiyah ke-109 sangat relevan dengan semangat Gerakan Nasional Perlindungan 10 Juta Pekerja Rentan yang dicanangkan pemerintah.

Dengan jaringan sosial yang kuat hingga tingkat masyarakat, Aisyiyah dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan pekerja rentan di Indonesia.

BPJS Ketenagakerjaan berharap sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha dapat terus diperkuat guna mempercepat terciptanya perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan dan produktivitas nasional.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026