Logo Header Antaranews Jateng

Kondisi cuaca jadi kendala evakuasi korban hilang di Gunung Slamet

Rabu, 14 Januari 2026 21:22 WIB
Image Print
Petugas BPBD Pemalang bersama Basarnas, dan relawan melakukan persiapan evakuasi korban pendaki Gunung Slamet bernama Syafiq Ali (18) warga Magelang, di Pemalang, Rabu (14/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Pemalang

Pemalang (ANTARA) - BPBD Kabupaten Pemalang menyatakan cuaca buruk sempat membuat petugas terkendala dalam proses evakuasi korban Syafiq Ridhan Ali (18) yang ditemukan meninggal dunia di Pos 7 lereng Gunung Slamet, tepatnya di area Batu Langgar.

"(Jenazah) Syafiq Ridhan Ali ditemukan di Pos 7 atau di pos paling tinggi sehingga perlu waktu untuk proses evakuasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin di Pemalang, Rabu.

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan ambulans dan perlengkapannya serta berkoordinasi untuk penanganan medis dengan petugas Dinas Kesehatan setempat.

Penanggung Jawab Basecamp Dipajaya Gunung Slamet, Sutrisno mengatakan jenazah Syafiq Ridhan Ali ditemukan di Pos 7 Gunung Slamet pada hari ke-17 pencarian terhadap korban.

"Alhamdulillah berkat kerja keras semua tim, Syafiq Ali berhasil ditemukan," katanya.

Menurut dia, korban akan dibawa ke basecamp Dipajaya sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Syafiq Ridhan Ali, warga Kramat Utara, Magelang Utara hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Saat itu korban mendaki bersama Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Magelang. Keduanya naik melalui jalur pendakian Dipajaya Clekatakan pada Jumat (27/12/2025).

Himawan sendiri ditemukan tim SAR dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025).



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026