Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengingatkan masyarakat waspada dan aktif menjaga kebersihan lingkungan dalam upaya mencegah potensi kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah sekitarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi meningkatnya kasus demam berdarah dengue.
"Nyamuk aedes aegypti menyukai air bersih yang tergenang, bukan selokan yang kotor. Cuaca yang terjadi seperti sekarang ini juga disukai nyamuk untuk berkembang biak dengan cepat," katanya.
Ia mengingatkan warga untuk memeriksa sudut-sudut rumah yang sering terabaikan yang berpotensi sebagai tempat nyamuk, seperti tumpukan botol plastik bekas, ban bekas, cekungan batang bambu, hingga tempat penampungan air.
Selain lingkungan, kata dia, warga juga perlu menjaga daya tahan tubuh, karena dengan kondisi cuaca yang tidak menentu akan membuat imunitas turun dan seperti ini bikin imunitas, sehingga akan mudah terserang penyakit.
"Kami mengajak masyarakat konsisten melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus. Ini langkah untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk dan pencegahan DBD," katanya.
Ia yang didampingi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Suwandi mengatakan selama 2025 tercatat ada 80 warga positif demam berdarah dengue, dua korban diantaranya meninggal dunia.
Menurut dia, ada fenomena baru yang diwaspadai masyarakat, yaitu jika sebelumnya kasus DBD identik dengan wilayah pesisir atau pantura, kini virus tersebut mulai merambah ke wilayah dataran tinggi.
"Sekarang sebarannya merata. Wilayah atas, seperti Kecamatan Limpung dan Reban juga ada kasus DBD. Akan tetapi, kami tidak bisa memberikan permintaan masyarakat untuk pengasapan (fogging) sebelum ada indikasi nyamuk DBD, artinya ada kasus sakit di wilayah itu," katanya.

