Solo (ANTARA) - Mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersemangat dalam berinteraksi dan membaur dengan para siswa sekolah dasar (SD) melalui program imersi bahasa dan budaya.
Acara ini terselenggara bersama Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB) dan Majelis Dikdasmen PCM Bayat di Klaten, Jawa Tengah, Rabu.
Selama tiga hari berada di Klaten, 12-14 Januari 2026 mahasiswa mengikuti kelas dan berbagai kegiatan praktik lapangan untuk memperlancar bahasa dan mengenalkan budaya Indonesia khususnya Jawa.
Mahasiswa UMS asal Bangladesh Sajedul Hossain Nahin mengaku senang dan gembira bisa mengikuti program ini. Menurutnya, program ini bisa membantunya untuk mengenal budaya Indonesia.
“Program ini sangat membantu dan menyenangkan, banyak siswa, guru. Mereka sangat membantu untuk mempelajari budaya seperti batik dan keramik,” kata mahasiswa yang akrab disapa dengan Nahin.
Baginya, berjumpa dengan siswa-siswa di sekolah adalah hal yang paling berkesan. Ia dapat berinteraksi sekaligus bertukar informasi tentang negara asalnya.
“Mereka sangat kreatif dan bersemangat ketika melihat kita,” katanya.
Selama empat bulan berada di Solo, Nahin sudah berjumpa dengan banyak orang. Ia menyebut teman-teman dan warga di Solo sangat ramah.
Mahasiswa asal Timor Leste Jenia Flora Costa Neto juga menceritakan keseruannya ketika berada di Bayat Klaten.
“Kami semua sangat senang karena datang ke Bayat Klaten untuk belajar bahasa dan budaya,” ungkap Jenia.
Dia juga mendapatkan pengalaman baru seperti membatik dan membuat keramik. Membuat batik di Klaten menjadi pengalaman pertamanya.
“Untuk pertama kalinya saya mendesain batik, itu sangat menyenangkan karena di sini kita menggunakan ide-ide kita sendiri, jadi kita bisa kreatif mau menggambar apa saja,” kenangnya.
Membuat keramik juga menjadi pengalaman pertamanya. Menurutnya membuat keramik yang berbentuk seperti cangkir membutuhkan usaha yang lebih keras daripada membuat karya yang ia lakukan yaitu keramik berbentuk kupu-kupu.
Dalam acara penutupan, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah Wahyono, M.Pd., merasa senang dengan kehadiran sepuluh mahasiswa UMS yang datang ke sekolah untuk dapat belajar dan berbagi pengalaman dengan siswa-siswa. Ia berharap agar waktu yang terhitung singkat ini bisa bermanfaat bagi kehidupan terutama untuk masa depan dan akhirat.
“Karena sudah jauh jauh dari negara seberang. Seperti mahasiswa mencari ilmu dari Nigeria, Bangladesh, sampai ke Indonesia di UMS,” ujar Wahyono.
Jadi proses dan jerih payahnya akan membuahkan hasil.
Kepala LPMB UMS Dr. Aryati Prasetyarini menyampaikan terima kasih karena telah memberikan wadah untuk belajar bagi mahasiswa.
“Terima kasih karena telah memberikan tempat lagi tempat untuk belajar para mahasiswa ini belajar bahasa sekaligus budaya Indonesia,” katanya.
Ia berharap pengalaman dan komunikasi para mahasiswa bisa menjadi bermanfaat.

