Logo Header Antaranews Jateng

AKBP Indra Maulana Saputra jabat Kapolres Boyolali

Rabu, 14 Januari 2026 04:38 WIB
Image Print
Kapolres Boyolali yang baru AKBP Indra Maulana Saputra tiba di Mapolres Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). ANTARA/Aris Wasita

Boyolali (ANTARA) - AKBP Indra Maulana Saputra dari Mabes Polri resmi menjabat sebagai Kapolres Boyolali menggantikan AKBP Rosyid Hartanto yang berpindah sebagai Wakapolrestabes Surabaya.

Indra Maulana dan istri tiba di Mapolres Boyolali, Jawa Tengah, Selasa dengan disambut oleh tradisi pedang pora. Pada kesempatan yang sama, keduanya juga disambut langsung oleh Rosyid dan istri yang langsung memperkenalkan Indra kepada sejumlah pejabat di lingkungan Polres Boyolali.

Pada kesempatan itu, Indra meminta doa restu dan dukungan dari seluruh pihak agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga ketika memimpin Polres Boyolali.

“Saya sebagai Kapolres Boyolali yang baru, saya juga sebagai warga baru Kabupaten Boyolali, minta doa restu dan bisa amanah dan bermanfaat bagi warga Boyolali,” katanya.

Dari sisi pelayanan, ia berkomitmen untuk menjalankan pesan dari Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan meneruskan kinerja Kapolres Boyolali sebelumnya.

“Kami juga akan terus bersinergi dengan stakeholder terkait dan memaksimalkan dalam hal pelayanan terhadap masyarakat,” kata AKBP Indra yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Lekgassus Baggassus Robinkar SSDM Polri.

Di sisi lain, ia juga akan mengantisipasi adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh para anggota kepolisian yang bertugas di lingkungan Polres Boyolali.

“Sejatinya personel Polri ini kan orang biasa. Jadi pastinya ada beberapa personel yang kurang baik, ada yang baik. Karena itu proses pengawasan dan kepedulian sesama rekan itu penting. Jadi sesama rekan bisa saling mengingatkan dan bisa lebih peduli terhadap rekannya, sehingga seluruh personel kepolisian di Polres Boyolali ini bisa baik dan lebih baik lagi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Rosyid mengatakan masih banyak hal yang belum dikerjakan atau tidak maksimal dilaksanakan ketika ia memimpin Polres Boyolali.

“Ini kami teruskan ke Kapolres yang baru agar bisa lebih baik lagi dan lebih maksimal,” katanya.

Ia mengatakan salah satu hal yang perlu diantisipasi seperti bencana alam mengingat bencana hidrometeorologi masih terjadi di masyarakat.

Selain itu, yang perlu dilakukan adalah akselerasi berlakunya KUHP dan KUHAP yang baru. Ia berharap para anggota bisa segera menyesuaikan dan melakukan percepatan ke kasus yang berjalan dan menonjol.

“Terutama untuk kasus perlindungan perempuan dan anak, kasus penipuan online, dan beberapa kasus yang menjadi tanggungan,” kata dia.

Selain itu, kasus narkoba juga perlu menjadi perhatian serius mengingat para pengguna yang banyak berasal dari kalangan anak-anak.

“Saya berharap Kapolres Boyolali yang baru bisa menyikat habis semua bentuk kenakalan remaja khususnya penggunaan obat terlarang,” katanya.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026