Boyolali (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Mendes PDT RI) Yandri Susanto memastikan produk desa bisa bersaing dengan produk lain di pasaran.
Hal itu ia sampaikan saat Pameran Produk Unggulan Desa jelang puncak peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026 di kawasan Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB), Jawa Tengah, Rabu.
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Anggota DPR RI Muhammad Hatta, dan Bupati Boyolali Agus Irawan selaku tuan rumah.
Berbagai produk yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari seluruh nusantara dipamerkan di stan-stan yang berjajar rapi dalam acara Pameran Produk Unggulan Desa tersebut, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, hingga kerajinan mewarnai stan-stan yang ada.
Membuka Pameran Produk Unggulan Desa itu, Menteri Yandri menegaskan produk desa pasti bisa bersaing dan bisa menggerakkan ekonomi ditingkat desa. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan potensi desa masing-masing karena peringatan HDN 2026 ini akan dihadiri peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi sorotan dari berbagai media.
“Intinya ini adalah cara kami, untuk memastikan bahwa produk desa itu bisa bersaing,” katanya.
Dipilihnya Jawa Tengah dalam hal ini Kabupaten Boyolali sebagai tuan rumah karena sudah banyak desa-desa yang maju, mandiri dan pemerintah daerah yang mendukung sepenuhnya kemajuan desa.
Ia mengatakan pameran ini sekaligus menjadi sarana untuk memetakan produk unggulan desa. Pihaknya mengakui, hambatan yang sering terjadi adalah sulitnya proses pemasaran. Oleh karena itu, Kementerian Desa PDT membuat berbagai program seperti Desa Wisata, Desa Ekspor, maupun disambung dengan program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Kalau mereka sulit dari sisi pemasaran, kami kerja sama dengan Menteri Perdagangan. Kalau sulit dari sisi pemasaran internal, kita kerjasama dengan Badan Gizi Nasional. Di desa juga kita ciptakan desa tematik. Kalau di dalam negeri sudah penuh, kita ciptakan desa ekspor,” katanya.
Sementara itu, Wagub Yasin merasa senang dipilihnya Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah HDN 2026. Hal ini akan memberikan motivasi bagi seluruh Kepala Desa yang ada di Jawa Tengah untuk menaikkan potensinya.
“Kami juga mendorong di Jawa Tengah ada Desa Pariwisata, kami juga mendorong wisata bukan hanya wisata saja tetapi kami juga mendorong wisata yang ramah Muslim. Yang saat ini sudah ada di Karanganyar, ada di Tegal,” katanya.
Bupati Agus selaku tuan rumah berharap dengan diselenggarakannya puncak Peringatan HDN 2026 di Boyolali ini akan memberikan motivasi bagi seluruh desa yang ada di Kota Susu untuk memaksimalkan potensi unggulan desanya masing-masing.
“Harapannya tentunya bisa memberi semangat kepada desa-desa yang ada di Kabupaten Boyolali, untuk bagaimana kami yang ada di desa bisa memaksimalkan unggulan-unggulan yang ada di desa kami,” katanya.

