
Penyebaran virus Super Flu di Batang, ini penjelasan pemda

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, memastikan penyebaran virus Super Flu yang disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) subclade K di wilayah ini masih nihil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Ida Susilaksmi di Batang, Selasa, mengatakan virus tersebut memiliki ciri dan gejala yang hampir mirip seperti flu pada umumnya, namun biasanya gejalanya lebih berat, lebih lama, dan risiko komplikasi lebih tinggi.
"Ada beberapa gejala yang harus dicermati, kalau flu biasa demamnya tidak terlalu tinggi, namun ketika terindikasi Super Flu bisa mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius dan disertai batuk yang lebih lama," katanya.
Namun demikian, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan tetapi kewaspadaan terhadap penularannya harus diperhatikan.
Ia mengatakan virus ini lebih berisiko menular pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan juga mereka yang mempunyai penyakit kormobid dan mengalami penurunan kekebalan tubuh seperti penderita TBC, kanker, HIV, asma, serta penyakit kronis.
"Masyarakat tidak perlu cemas, karena gejala Super Flu hampir sama seperti flu pada umumnya. Hanya saja, penyakit Influenza A ini berdurasi sedikit lebih lama dibandingkan flu biasa," katanya.
Menurut dia, sebagai langkah antisipasi terjangkiti penyakit ini perlu meningkatkan imunitas tubuh, konsumsi gizi seimbang, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengenakan masker ketika terserang flu, serta menerapkan etika saat batuk.
Langkah pencegahan lain, kata dia, seperti melakukan vaksinasi influenza yang bisa diberikan terutama kepada balita dan warga berusia lanjut usia.
Ia yang didampingi Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa Khairunnisa mengatakan bagi warga yang terindikasi terjangkiti virus Super Flu perlu dilakukan pemeriksaan spesimen secara khusus.
"Untuk mengetahui warga yang terindikasi Super Flu memang harus dilakukan pemeriksaan laboratorium secara khusus," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
