Jelang Indonesia Re Mengajar berikan bantuan komputer

id indonesia Re,mengajar,unbk,komputer,cepu

Jelang Indonesia Re Mengajar berikan bantuan komputer

Direktur Keuangan dan SDM Indonesia Re Imam Bustomi (kiri) menyerahkan bantuan komputer secara simbolis yang diterima Kepala SMPN 1 Cepu Prasetyo Cahyo Nugroho seusai acara Indonesia Re Mengajar di sekolah setempat, Kamis. (Foto: Nur Istibsaroh)

Blora (ANTARA) - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dengan program Indonesia Re Mengajar memberikan bantuan komputer serta buku bacaan untuk SMPN 1 Cepu tepat seminggu sebelum dilaksanakannya ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

"Sebelumnya kami telah mengkomunikasikan agar bantuan dapat bermanfaat dan tim kami sebelumnya telah melakukan survei dan kebutuhan sekolah saat ini adalah komputer dan server. Jika ujiannya biasanya sampai tiga kali, harapannya dengan bantuan komputer penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bisa cukup dua kali," kata Direktur Keuangan dan SDM Indonesia Re Imam Bustomi seusai mengajar di SMPN 1 Cepu, Kamis.

Bantuan sebanyak 10 unit komputer beserta server dan buku bacaan untuk perpustakaan SMPN 1 Cepu senilai Rp120 juta tersebut disambut baik oleh sekolah, guru, dan para alumni di SMP Negeri 1 Cepu, Kamis.

"Bantuan 10 unit komputer ini tepat waktu karena akan langsung digunakan kelas 9 untuk UNBK. Program Indonesia Re Mengajar ini juga sejalan dengan program pendidikan keluarga SMPN 1 Cepu yakni adanya kegiatan alumni mengajar dan Direktur Keuangan dan SDM Indonesia Re Bapak Imam Bustomi beserta istri merupakan alumni SMPN 1 Cepu tahun 1986," kata Kepala SMPN 1 Cepu Prasetyo Cahyo Nugroho.

Prasetyo yakin kedatangan Imam Bustomi dapat menumbuhkan semangat seluruh siswa dan para guru bahwa SMPN 1 Cepu telah berhasil mencetak anak didik berprestasi dan membawa nama harum sekolah.

" Saya berharap kakak kelas kalian tahun 1986 ini bisa menjadi motivasi bagi adik kelas untuk meraih cita-cita. Jika dulu SMPN 1 Cepu tidak ada saingan, sekarang menjamur sekolah-sekolah swasta. Dengan Indonesia Re Mengajar harapannya bisa menumbuhkan semangat anak-anak dan guru-guru untuk berjuang untuk mengembalikan kejayaan seperti semula" katanya.

Ketua Ikatan Alumni SMPN 1 Cepu Setyo Gunarto dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada Indonesia Re yang telah memberikan bantuan 10 unit komputer dengan harapan bisa dimanfaatkan para siswa dan guru untuk lebih mendapatkan banyak ilmu agar tidak gagap teknologi.

"Bantuan komputer ini harapannya untuk kemajuan siswa dan juga guru-guru. Guru jangan kalah dengan siswa dan untuk meningkatkan manfaat komputer perlu dilengkapi dengan internet. Jika dulu hanya mengacu pada buku, sekarang bisa belajar banyak hal melalui internet," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Imam Bustomi mengenalkan mengenai apa itu BUMN, asuransi, Indonesia Re, serta memberikan motivasi ke para siswa kelas 9 SMPN 1 Cepu yang seluruhnya berjumlah 155 siswa.

Imam mengingatkan pentingnya bersyukur terhadap apa yang dimiliki termasuk apa pun pekerjaan orang tuanya dan pentingnya terus menumbuhkan semangat dari diri sendiri agar terus gigih berusaha dan tidak pernah patah semangat atau yang disebut dengan Grit.

Hasil penelitian dari Thomas J. Stanley, lanjut Imam, menunjukkan bahwa ada 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang dan IQ hanya ada diurutan ke-21, bersekolah di sekolah favourite diurutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor sukses diurutan ke-30.

Faktor yang paling penting, tambah Imam, adalah Grit yang dilengkapi dengan empat pilar yakni pertama Passion atau mencintai sesuatu seperti basket, matematika, atau yang lain; kedua Deliberate practice atau praktik tanpa henti. Terus berlatih dan berlatih; ketiga Hope yang di dalamnya ada quick win, small goals, dan small staps; keempat Sense of purpose atau adanya tujuan jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga mengajak para siswa aktif untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait materi serta mengingatkan agar siswa memiliki mimpi besar dan berusaha untuk meraihnya yang dimulai dari diri sendiri seperti meningkatkan nilai mata pelajaran dengan belajar kelompok dan tidak malu bertanya kepada teman atau guru.

"Ada tiga hal juga yang harus jadi pegangan adik-adik yakni dengan agama hidup menjadi terarah, dengan seni hidup menjadi indah, dan dengan TI hidup menjadi mudah," kata Imam Bustomi yang dikenal para guru sejak SMP sebagai siswa yang cerdas dan sangat mencintai mata pelajaran matematika.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar