Boyolali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Boyolali memberikan edukasi kepada siswa lewat keberadaan Museum R Hamong Wardoyo yang sudah berdiri sejak tahun 2016.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali Dwi Hari Kuncoro pada Sosialisasi Media Online Museum R Hamong Wardoyo Boyolali di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis mengatakan berbagai kegiatan kebudayaan yang melibatkan pelajar telah diselenggarakan di sepanjang tahun ini.
“Di antaranya ada kegiatan belajar tari bersama di museum, belajar gamelan, jelajah museum, dan ada kegiatan cerdas cermat tingkat SMP,” katanya.
Ia mengatakan tujuan diselenggarakannya berbagai kegiatan tersebut, salah satunya karena ingin meramaikan Museum R Hamong Wardoyo.
“Kami juga ingin menginformasikan bahwa museum ini ada dan beberapa kegiatan juga dilaksanakan di sini. Koleksi di sini juga lumayan banyak. Sebetulnya koleksi di luar museum juga banyak, hanya keterbatasan tempat dan ruang di museum ini,” katanya.
Pihaknya mencatat dari awal tahun sampai dengan bulan November jumlah pengunjung museum tersebut sebanyak 5.662 orang.
Pengajar dari SMPN 4 Boyolali yang juga menjadi narasumber kegiatan tersebut Djoko Walujo mengatakan museum menjadi sarana penyambung masa lalu ke generasi sekarang.
Oleh karena itu, museum sebagai sarana edukasi untuk pengetahuan, khususnya bagi kalangan pendidik kepada para siswa.
“Anak-anak dikenalkan tempo dulu, apa yang bisa mereka ambil. Sedangkan dari sisi estetik, museum ini menarik karena mengimplementasikan arsitektur unik kelas dunia, dan menjadi objek wisata terjangkau yakni wisata murah dengan nilai manfaat yang tinggi,” katanya.

