Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Banyumas berikan apresiasi kepada pelajar berprestasi tingkat nasional

Kamis, 11 Desember 2025 13:26 WIB
Image Print
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kiri) melepas keberangkatan Maristza Qaireen Al Ayesha (berdiri di atas mobil merah) yang dikirab keliling Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2025), karena meraih juara pertama lomba mendongeng tingkat nasional tahun 2025. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada Maristza Qaireen Al Ayesha, siswi SD Negeri 1 Sokarnegara, yang berhasil meraih juara pertama lomba mendongeng tingkat nasional tahun 2025 yang diselenggarakan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN).

Apresiasi tersebut diberikan secara langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada Maristza Qaireen Al Ayesha di halaman Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Kamis, sebelum pelajar berprestasi itu dikirab mengelilingi Kota Purwokerto, Banyumas.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai prestasi Ayesha, sapaan Maristza Qaireen Al Ayesha, bukan hanya mencerminkan bakat dan kreativitas pribadi, melainkan hasil pembinaan yang baik serta dukungan para guru dan orang tua.

"Kalau di sekolah dididik, tetapi di rumah tidak didukung, saya kira tidak akan berhasil seperti ini," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan mendongeng bukan sekadar kegiatan bercerita, tetapi sarana penting untuk meningkatkan literasi, kreativitas, kemampuan berbahasa, pemahaman nilai moral, serta keberanian tampil di depan umum.

Menurut dia, kegiatan seperti itu harus terus dipertahankan, karena memiliki peran besar dalam pembentukan karakter sejak usia dini.

Ia menyoroti pentingnya pengembangan cerita lokal agar tetap dekat dengan kehidupan anak-anak, karena banyak dongeng khas Indonesia yang perlu diperkenalkan kembali agar generasi muda tidak hanya mengenal cerita populer dari luar negeri.

"Saya ingin lebih banyak cerita lokal diangkat supaya anak-anak makin mencintai budaya Banyumas," katanya.

Ia mengharapkan ke depan semakin banyak siswa Banyumas yang mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional dan membawa nama baik daerah.

Selain itu, kata dia, tradisi mengarak atau mengirabkan siswa berprestasi dapat terus dilanjutkan sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi pelajar lain.

Menurut dia, apresiasi semacam itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi siswa, sekaligus memperkuat semangat berkompetisi secara sehat.

Ia menegaskan prestasi tidak mungkin diraih secara instan, melainkan melalui pembinaan berjenjang dan konsisten.

"Saya juga mengapresiasi jajaran Dinas Pendidikan, guru, dan sekolah yang memiliki dedikasi tinggi dalam membina siswa berbakat," kata Bupati.

Kepala Dindik Kabupaten Banyumas Joko Wiyono mengatakan kegiatan apresiasi tersebut digelar sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi, sekaligus upaya untuk menumbuhkan semangat literasi di kalangan pelajar sekolah dasar, karena lomba mendongeng yang diikuti Ayesha merupakan kompetisi bertaraf nasional yang mendapat pengakuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurut dia, karya dongeng berjudul Baturaden yang dibawakan Ayesha merupakan hasil modifikasi legenda lokal agar lebih relevan dengan generasi masa kini.

"Nilai-nilai di dalam ceritanya tetap dipertahankan, tetapi disesuaikan dengan cara bertutur anak-anak agar lebih menarik. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong kegiatan mendongeng dalam program penguatan literasi di sekolah," kata Joko.

Sementara itu, Ayesha mengatakan pengalamannya mengikuti lomba tingkat nasional menjadi momentum berharga, karena dapat bertemu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dia mengaku telah mempersiapkan diri selama sekitar satu bulan dengan latihan rutin di sekolah bersama guru pembimbing.

"Saya suka mendongeng, karena dari kecil memang suka didongengin," katanya.



Baca juga: Banyumas optimalkan implementasi Satu Data Indonesia di daerah



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026