Purwokerto (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto Ridwan menekankan pentingnya pembauran dan penyelarasan pendidikan dasar dan menengah sebagai langkah strategis mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia unggul.
Dalam seminar nasional bertajuk "Transformasi Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dalam Program Asta Cita Presiden RI" di Auditorium Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, ia mengatakan pembauran pendidikan mencakup penyatuan arah kebijakan, penguatan kolaborasi, dan integrasi pendekatan pembelajaran sesuai tuntutan zaman.
"Salah satu pilar utama Indonesia Emas 2045 adalah pembangunan SDM unggul, adaptif, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi. Pendidikan adalah fondasi semua itu," katanya.
Ia mengatakan hadirnya akal imitasi (AI), otomatisasi, dan digitalisasi telah membawa perubahan besar pada dunia kerja serta tatanan sosial.
Dengan demikian, kata dia, pendidikan harus segera berbaur dengan kebutuhan masa depan, bukan terpaku pola lama yang tidak relevan lagi.
"Kita sedang menyaksikan disrupsi teknologi terbesar dalam sejarah. Maka pendidikan harus melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan berkarakter kuat," katanya.
Menurut dia, pembauran pendidikan berarti menyatukan kurikulum, metode, serta tujuan belajar agar selaras dengan perkembangan global.
Ia mengutip pesan klasik bahwa peserta didik harus dipersiapkan untuk zaman mereka, bukan zaman para pendidiknya.
Dia memaparkan tiga kategori keterampilan abad ke-21 menurut World Economic Forum (WEF) yang harus dibangun melalui pembauran pendidikan, yaitu literasi dasar, kompetensi utama, dan kualitas karakter.
Dalam hal ini, kata dia, tiga kategori keterampilan tersebut menjadi fondasi pembelajaran masa depan.
"Pendidikan harus melahirkan generasi yang unggul, cerdas, kompetitif, dan berkarakter. Tanpa karakter, pengetahuan tidak akan menjadi kekuatan," katanya.
Ia menekankan empat agenda pembauran dan transformasi pendidikan yang harus dipercepat, yaitu pemerataan akses pendidikan berkualitas; kurikulum masa depan berbasis pembelajaran mendalam (deep learning); reformasi tata kelola guru dan fasilitas sekolah; serta jejaring kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, industri, lembaga sosial, dan komunitas global.
"Tidak ada transformasi pendidikan tanpa kolaborasi. Pembauran pemangku kepentingan menjadi kunci agar generasi 2045 mampu bersaing di tingkat global," katanya.
Ia mengatakan komitmen UIN Saizu untuk terus berperan aktif dalam penguatan pendidikan nasional melalui riset, inovasi, pengabdian masyarakat, serta kerja sama strategis dengan kementerian dan berbagai lembaga.
"UIN Saizu akan selalu hadir sebagai pusat keilmuan, peradaban, dan transformasi. Mari wujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan yang memerdekakan dan memajukan," kata Rektor Ridwan.
Baca juga: LPTK UIN Walisongo Semarang kukuhkan 1.081 lulusan PPG Transformatif

