Ganjar: Reaktivasi jalur KA jalan terus

id gubernur ganjar pranowo,untidar magelang, kereta api

Ganjar: Reaktivasi jalur KA jalan terus

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbicara pada seminar "Pengembangan Infrastruktur Transportasi sebagai Faktor Pendukung Pembangunan Nasional" di Universitas Tidar Kota Magelang, Selasa (25/9). (Foto: Heru Suyitno)

beberapa daerah yang mempunyai potensi wisata, kita dorong kereta wisata, ini mau kita hidupkan
Magelang (Antaranews Jateng) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan reaktivasi jalur kereta api di beberapa daerah di Jawa Tengah jalan terus, karena kereta api moda transportasi massal paling baik.
     
"Desainnya sudah disiapkan, Jateng sedang mempersiapkan moda transportasi massal dan saya kira kereta api yang terbaik," katanya di Magelang, Selasa, usai menjadi pembicara dalam seminar "Pengembangan Infrastruktur Transportasi sebagai Faktor Pendukung Pembangunan Nasional" yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Tidar Magelang.
     
Ia menuturkan Belanda sudah membuat sejumlah jalur kereta api dan sekarang banyak rel kereta api yang hilang dan sekarang masih mempunyai potensi bagus untuk dihidupkan kembali.
     
"Kita terus bergerak, kita tambah terus kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api dan insya Allah hasilnya akan semakin baik," katanya.  
     
Terkait dengan anggaranreaktivasi jalur kereta api dari pusat, pihaknya hanya meminta untuk direaktivasi, sedangkan yang menghitung semua kebutuhan dana dari Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api. 
     
Menurut dia, jalur kereta api yang akan direaktivasi bermacam-macam, sekarang  diarahkan ke utara, mulai dari Semarang, Grobogan, dan recananya sampai dengan Blora,
         
Ia mengatakan di jalur tengah akan dihidupkan untuk Purworejo, Magelang, dan Wonosobo.
     
"Harapan kami juga beberapa daerah yang mempunyai potensi wisata, kita dorong kereta wisata, ini mau kita hidupkan, ke depan kita butuh transportasi massal karena penduduknya semakin banyak," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar