Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur Jateng: Desa adalah ujung tombak pembangunan nasional

Kamis, 15 Januari 2026 07:16 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menjadi narasumber dalam acara Lokakarya Desa/Kelurahan Berprestasi dalam rangkaian Peringatan Hari Desa Nasional di Pendopo Gedhe, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa desa dan kepala desanya merupakan ujung tombak pembangunan nasional sehingga harus dikembangkan sesuai dengan potensinya masing-masing.

"Jadi, semua desa di Jawa Tengah itu beda-beda. Dia punya potensi wisata, punya potensi produk unggulan, punya potensi kearifan lokal, dan lainnya," katanya, di Kabupaten Boyolali, Rabu.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Lokakarya Desa/Kelurahan Berprestasi dalam rangkaian Peringatan Hari Desa Nasional di Pendopo Gedhe, Kabupaten Boyolali.

Ia menjelaskan bahwa Jateng menjadi provinsi dengan jumlah desa terbanyak se-Indonesia, dengan total ada 7.810 desa yang tersebar di 29 kabupaten.

Dari ribuan desa tersebut memiliki potensi masing-masing, seperti pertanian, pariwisata, pesisir, infrastruktur, sumber daya manusia, dan ekonomi lokal.

Ia mencontohkan potensi bidang pertanian terdapat desa lumbung pangan, meliputi sentra padi sebanyak 334 desa di 16 kabupaten dengan dukungan 657 kelompok lumbung pangan.

"Yakni, sentra jagung dengan produksi pada 2025 sebesar 3,69 juta ton yang tersebar di 449 desa di 20 kabupaten," katanya.

Ada juga ada potensi desa mandiri energi (DME) sebanyak 2.331 desa, terdiri atas kategori mapan 28 desa, berkembang 165 desa, dan inisiatif 2.138 desa.

Banyak program yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jateng untuk penguatan desa, di antaranya peningkatan bantuan keuangan desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa, dan sebagainya.

Dalam acara yang dihadiri oleh ratusan kepala desa dan kelurahan berprestasi se-Indonesia tersebut, ia menegaskan bahwa muara dari pembangunan desa untuk mereduksi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kemiskinan tidak bisa diperangi dengan salah satu unsur saja, harus kita keroyok rame-rame oleh pemprov, pemda kabupaten/kota, sampai kementerian. Semua harus terintegrasi," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Desa La Ode Ahmad P Bolombo mengatakan jika pembangunan desa dengan potensi yang ada itu berjalan bagus maka Indonesia Emas akan tercapai.

Maka dari itu, ia meminta seluruh pihak dan masyarakat untuk sama-sama menjaga desa agar para aparatur desa berada pada "on the track" dalam melakukan pembangunan yang direncanakan.

"Desa harus bisa menangkap potensi dan mengembangkan. Misal Jateng itu tujuan mudik, maka desa harus bisa menangkap potensi itu dengan menjadikan desa sebagai 'happy village'," katanya.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026