Logo Header Antaranews Jateng

Keributan di EPA U-20 Semarang, sanksi tegas bagi pemain Timnas U-20 yang terlibat

Senin, 20 April 2026 13:28 WIB
Image Print
Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto (tengah) memberikan arahan kepada pemainnya saat pemusatan latihan di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (5/3/2025). Timnas Indonesia U-20 mulai melakukan pemusatan latihan di Surabaya yang diikuti 25 pesepak bola sebagai persiapan untuk mengikuti Kejuaraan ASEAN U-19 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/tom.

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-20 Nova Arianto mengatakan akan ada konsekuensi berupa sanksi bagi pemain Tim Nasional Indonesia U-20 yang terbukti terlibat dalam keributan usai pertandingan di Elite Pro Academy (EPA) U-20.

"Seandainya benar ada pemain timnas usia muda yang terlibat (dalam keributan) pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan karena sudah seharusnya pemain timnas usia muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya," kata Nova Arianto melalui media sosialnya yang dikutip di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan hal itu menanggapi peristiwa keributan yang terjadi seusai pertandingan EPA U-20 antara Dewa United U-20 melawan Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).

Dalam pertandingan tersebut, Dewa United U-20 berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1. Namun, suasana pertandingan yang awalnya kompetitif berubah menjadi panas setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Beberapa pemain menunjukkan tindakan agresif, termasuk tendangan yang dinilai berbahaya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga, yang terlihat menendang pemain Dewa United dalam insiden tersebut.

Nova mengaku sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut, terlebih karena melibatkan pemain muda yang seharusnya masih dalam tahap pembinaan karakter dan mental bertanding. Ia masih menelusuri lebih lanjut untuk mengetahui kepastian dan kronologis peristiwa tersebut.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026