
Pemprov Jateng pastikan kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 2026 surplus

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan hewan ternak untuk kebutuhan Idul Adha 2026 sebagai hewan kurban di wilayah tersebut mengalami surplus.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng Defransisco Dasilva Tavares, di Semarang, Selasa, mengatakan total populasi ternak sekitar 6,3 juta ekor, sedang kebutuhan kurban 2026 diperkirakan 9-10 persennya, yakni sebanyak 593.168 ekor.
"Keseluruhan sekitar 6,3 juta ekor. Sedangkan untuk kurban sekitar 9-10 persen, atau 593.168 ekor terdiri atas sapi, kerbau, kambing, dan domba. Jadi jelas terpenuhi," katanya.
Bahkan, kata dia, jumlah tersebut termasuk untuk memenuhi hewan kurban dari Presiden Prabowo yang akan diberikan di berbagai lokasi di Jateng.
"Pak Presiden akan memberi sapi minimal berbobot 1 ton, masing-masing satu ekor untuk setiap kabupaten/kota ditambah satu ekor untuk provinsi, total 36 ekor," katanya.
Data Distanak Jateng mencatat prediksi kebutuhan kurban 2026 meliputi sapi 140.745 ekor, kambing 321.872 ekor, domba 126.078 ekor, dan kerbau 4.472 ekor.
Untuk sapi, kambing, dan domba, Jateng tercatat surplus, sedangkan kerbau masih mengalami kekurangan karena ketersediaannya hanya 1.204 ekor.
Berdasarkan data pemotongan hewan kurban 2024-2025, jumlah pemotongan cenderung meningkat, kecuali kerbau.
Pemotongan sapi naik 8,9 persen, kambing 22,3 persen, dan domba 25,7 persen, sedangkan kerbau turun 11,6 persen.
Menjelang Idul Adha, kata dia, Distanak Jatengnjuga mengetatkan pengawasan lalu lintas hewan ternak guna mencegah penyebaran penyakit dari antarwilayah maupun luar provinsi.
Karena itu, ia mengatakan pihaknya melakukan pengecekan lalu lintas hewan di wilayah perbatasan seperti Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri.
Jika ditemukan ternak yang tidak sehat, kata dia, petugas akan mengimbau agar hewan tersebut tidak diperjualbelikan demi menghindari kontak dengan ternak sehat.
"Bukan hanya untuk kurban, misalnya hewan ternak untuk MBG, kami minta surat keterangan sehat. Jadi ketika hewan ternak berpindah harus ada surat tersebut dan kesehatannya sudah dicek," katanya.
Hingga saat ini, Frans menyebut belum ada kasus serius terkait kesehatan hewan di wilayah Jateng.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan selalu mengecek kondisi hewan, seperti kuku bersih tanpa luka, mata cerah, tidak cacat, serta tidak mengeluarkan liur berlebihan.
Baca juga: Tim kesehatan memeriksa hewan kurban di Pasar Hewan Ngadirejo Temanggung
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
