Lab. Repro Keswan STPP lakukan sinkronisasi estrus pada sapi aseptor BB

id Stpp, sapi

Lab. Repro Keswan STPP lakukan sinkronisasi estrus pada sapi aseptor BB

Ilustrasi. Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang, Jawa Tengah, praktik kemahiran paramedis (stpp:tanyuanuar)

Magelang - Kepala Laboratorium Reproduksi Kesehatan Hewan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang, Jawa Tengah, Dr. Supriyanto, M.P. melakukan sinkrosasi estrus sapi aseptor BB, Sabtu.

Bahan yg digunakan hormon prostal glandin (pgf) untuk mndapatkan birahi dlm waktu yg bersama.

Keuntungan dari metode ini bisa ditentuka kapan masa berahi sehingga inseminasi buatan (IB)
dapat dilaksanakan di waktu yang tepat.

Dari sinkrosisasi sampai berahi 2-3 hari setelah pemberian hormon, jika tidak berhasil maka dapat dilakukan lagi 12 harih setelah PGF pertama.

Prostaglandin (PGF2α)
Dosen dan sejumlah mahasiswa STPP Magelang melakukan sinkronisasi berahi pada ternak sapi di laboratorium ternak ruminansia besar agar terjadi berahi secara serempak untuk memperlancar dan mengefisiensi pelaksanaan IB.

Dr. Drh. Supriyanto, M.P mengatakan bahwa sistem sinkronisasi berahi pada ternak sapi dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan produk Prostaglandin (PGF2α) dan menggunakan produk Controlled Interval Drug Release (CIDR).

Dalam hal ini, dosen dan mahasiswa STPP Magelang menggunakan Prostaglandin (PGF2α) untuk mensinkronisasi ternak sapi yang ada.

Karena PGF2α bekerja dengan cara melisiskan Corpus Luteum (CL) , ternak sapi harus mempunyai siklus berahi yang normal. Ternak sapi yang terlalu kecil atau kurang gizi mungkin tidak mampunyai siklus berahi yang normal dan PGF2α tidak akan merangsang timbulnya siklus berahi pada ternak sapi.

Jika PGF2α disuntikkan dalam keadaan sapi sedang bunting maka akan terjadi abortus atau keguguran dalam masa kebuntingan.  

"Faktor-faktor lain yang mempengaruhi besarnya persentase ternak sapi yang mempunyai siklus berahi normal dalam satu kelompok adalah kondisi tubuh, umur, jarak kelahiran (interval), anak, musim, dan cuaca" ujarnya.

Ternak sapi yang dikandangkan disuntik PGF2α pada hari ke-0 dan diamati pada hari ke-3 jika muncul tanda-tanda birahi maka selang 8 jam proses Inseminasi Buatan (IB) bisa dilakukan.

Namun, jika dalam pengamatan pada hari ke-3 belum muncul tanda-tanda birahi maka ulangi penyuntikan PGF2α pada hari ke-12.

Amati 2-3 hari berikutnya maka akan terjadi birahi secara serentak lalu proses IB bisa dilakukan, demikian Supriyanto. (stpp/tantyanuar).

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar