
Cilacap pastikan alokasi pupuk subsidi 2026 cukupi kebutuhan petani

Cilacap (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memastikan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 di wilayah itu mencukupi kebutuhan petani, meskipun sempat terjadi keterlambatan distribusi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Sigit Widayanto di Cilacap, Senin mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Kabupaten Cilacap pada 2026 telah sesuai dengan kebutuhan dan imbangan distribusi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau dari sisi kuota, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 ini cukup, bahkan sangat cukup. Prinsipnya mencukupi kebutuhan petani di Cilacap," katanya.
Ia mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Cilacap tahun 2026 terdiri atas pupuk urea sebesar 35.750 ton, pupuk NPK 24.000 ton, pupuk ZA 2.650 ton, serta pupuk organik sebanyak 600 ton.
Ia mengakui pada akhir pekan lalu sempat terjadi kendala distribusi pupuk di beberapa lokasi akibat keterlambatan pengiriman dari Pupuk Indonesia.
Menurut dia, kondisi tersebut sempat menimbulkan permasalahan di lapangan, terutama di wilayah yang sedang membutuhkan pupuk untuk proses pemupukan.
"Beberapa lokasi seperti Gandrungmangu dan Adipala sempat terkendala karena dropping (pendistribusian) pupuk dari Pupuk Indonesia telat. Namun secara kuota tidak ada masalah, jumlahnya mencukupi," katanya.
Menurut dia, selama distribusi pupuk dapat berjalan tepat waktu, kebutuhan pupuk petani di Cilacap hingga masa panen tidak akan mengalami kendala berarti.
Terkait kemungkinan penambahan alokasi pupuk bersubsidi, dia mengatakan hal tersebut bergantung pada kebijakan pemerintah provinsi.
Akan tetapi tanpa penambahan pun, kata dia, alokasi yang ada dinilai telah memadai.
"Kalau nanti ada tambahan dari provinsi tentu Alhamdulillah. Tetapi tanpa tambahan pun sebenarnya angka ini sudah cukup, asalkan distribusi tidak terlambat," katanya.
Ia mengatakan, saat ini sebagian area persawahan di Cilacap masih berada dalam masa pemupukan karena waktu tanam padi tidak dilakukan secara serentak.
Menurut dia, beberapa daerah sudah mendekati masa panen, sementara wilayah lainnya masih dalam tahap pertumbuhan awal tanaman padi dan masih membutuhkan pupuk.
Ia memperkirakan panen raya padi di Kabupaten Cilacap akan berlangsung pada Februari hingga Maret 2026.
Dalam hal ini, lanjut dia, potensi luas panen pada Februari diperkirakan mencapai 21.845 hektare, sedangkan pada Maret sekitar 23.236 hektare, sedangkan total luas baku sawah di Kabupaten Cilacap mencapai sekitar 65 ribu hektare.
"Insya Allah panen raya padi di Cilacap berlangsung pada Februari dan Maret. Dengan ketersediaan pupuk bersubsidi yang mencukupi, kami optimistis produksi padi dapat terjaga," kata Sigit.
Baca juga: Menko Pangan: Tujuh pabrik pupuk baru akan dibangun di Indonesia
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
