Cilacap (ANTARA) - Anggota DPD RI Abdul Kholik mendorong Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap menjadi simpul utama penggerak ekonomi kawasan Jawa Tengah Selatan (Jasela) melalui penguatan integrasi sektor kelautan dan perikanan dari hulu hingga hilir.
Ditemui usai kunjungan kerja di Kantor PPS Cilacap, Jumat (9/1) sore, Abdul Kholik mengaku baru menyelesaikan Ekspedisi Maritim Jawa Tengah Selatan yang dilakukan sejak Rabu (7/1) dengan menyusuri kawasan pantai selatan mulai dari Kabupaten Purworejo, Kebumen, hingga Cilacap, untuk melihat langsung potensi sektor maritim di wilayah tersebut.
“Potensi perikanan tangkap di selatan Jawa Tengah sebenarnya merata dari Purworejo sampai Cilacap. Meski skalanya berbeda, seluruh wilayah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara terintegrasi dengan PPS Cilacap sebagai simpulnya,” kata senator asal Jawa Tengah itu.
Ia mengatakan PPS Cilacap merupakan pelabuhan perikanan samudera kelas I yang saat ini tengah dalam proses pengembangan dan ditargetkan rampung pada 2028.
Dalam hal ini, kata dia, pengembangan tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas volume produksi perikanan hingga sekitar 110 ribu ton per tahun.
Menurut dia, peningkatan kapasitas tersebut membuka peluang besar bagi penguatan ekspor, impor, serta pengembangan industri hilirisasi perikanan di wilayah selatan Jawa Tengah.
“Jika ekspor dan hilirisasi bisa dilakukan langsung dari Cilacap, nilai tambah ekonomi akan dirasakan oleh daerah-daerah selatan, mulai dari Cilacap, Kebumen, hingga Purworejo,” katanya.
Ia menilai penguatan sektor maritim menjadi salah satu strategi penting untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Jawa Tengah.
“Utara akan terus berjalan, tetapi selatan harus dipercepat. Cara paling nyata adalah mengoptimalkan peluang sektor maritim yang nilai ekonominya sangat besar,” katanya menjelaskan.
Ia juga menekankan pentingnya penyiapan sumber daya manusia (SDM) sektor maritim agar masyarakat lokal, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan peluang tersebut.
“Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah kejuruan, dan pemangku kepentingan lainnya perlu diperkuat,” kata Kholik.
Sementara itu, Kepala PPS Cilacap Imas Masriah mengatakan pengembangan pelabuhan perikanan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pelaku usaha.
Menurut dia, nilai investasi pembangunan kolam pelabuhan baru mencapai kisaran Rp759 miliar.
“Pembangunan ini akan meningkatkan daya tampung kapal hingga lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 1.470 unit dan menyerap tenaga kerja hingga 21.800 orang pada 2028,” katanya.
Dalam hal ini, kata dia, luas kolam pelabuhan saat sekarang 30,7 hektare, sedangkan luas kolam baru yang akan dibangun sekitar 40 hektare ditambah area reklamasi sekitar 12 hektare, sehingga total akan mencapai sekitar 80 hektare.
Imas mengharapkan pengembangan PPS Cilacap memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan aktivitas perikanan, kebutuhan operasional kapal, hingga tumbuhnya usaha pendukung di Kabupaten Cilacap dan wilayah sekitarnya.

