
Bupati: Cilacap siap menjadi penggerak ekonomi di selatan Jawa

Cilacap (ANTARA) - Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengatakan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, siap menjadi penggerak ekonomi kawasan bagian selatan Pulau Jawa melalui penguatan infrastruktur, peningkatan investasi, serta kolaborasi lintas daerah dan pemangku kepentingan.
Saat menjadi pembicara kunci dalam Diskusi Publik “Prospek Provinsi Jasela Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat” di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Cilacap, Sabtu, Syamsul mengatakan kawasan selatan Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, dengan Cilacap sebagai salah satu daerah yang memiliki keunggulan strategis dari sisi geografis dan infrastruktur.
“Cilacap siap. Kami optimistis memiliki sarana dan pendukung yang cukup, terutama pelabuhan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Jawa Selatan,” katanya dalam diskusi yang diselenggarakan DPD RI bekerja sama dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) Cilacap itu.
Ia mengatakan gagasan Jawa Selatan muncul dari kesadaran akan kesamaan karakter wilayah, budaya, serta potensi ekonomi sejumlah kabupaten di sisi selatan Jawa Tengah.
Menurut dia, diskusi tersebut menjadi ruang penting untuk mengkaji peluang pengembangan kawasan secara bersama-sama.
Ia juga menyinggung adanya wacana revisi undang-undang pemerintahan daerah yang berpotensi mengubah konsep pemekaran wilayah.
Ke depan, ia mengatakan, pemekaran tidak hanya berbasis aspirasi masyarakat dari bawah, juga mempertimbangkan indikator-indikator yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Kalau konsepnya daerah persiapan dengan dukungan langsung dari pusat, termasuk anggaran infrastruktur, tentu akan lebih meringankan beban fiskal daerah dan mempercepat kesiapan pemerintahan,” katanya.
Ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini masih menghadapi tantangan, sehingga diperlukan strategi pembangunan yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data pemerintah daerah, lanjutnya, sebagian besar aspirasi masyarakat masih berkaitan dengan infrastruktur, disusul pendidikan dan kesehatan.
“Kami masih fokus menyelesaikan kebutuhan dasar, terutama infrastruktur, karena itu menjadi fondasi bagi sektor-sektor lain untuk tumbuh,” katanya.
Dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Cilacap membuka diri terhadap investasi dengan memberikan kemudahan perizinan dan kepastian tata ruang.
Ia menegaskan investasi menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong tumbuhnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Investasi akan melahirkan industri baru, membuka lapangan kerja, dan menumbuhkan UMKM. Dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Selain sektor industri, kata dia, Pemkab Cilacap juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif, seni, budaya, dan pariwisata sebagai daya tarik daerah.
Ia menilai Cilacap memiliki potensi sejarah dan budaya yang dapat dikemas menjadi kekuatan ekonomi berbasis komunitas.
“Cilacap tidak hanya ingin dikenal sebagai daerah industri, juga sebagai daerah yang hidup dengan kegiatan seni, budaya, dan pariwisata,” katanya.
Ia mengatakan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk komunitas, akademisi, dunia usaha, dan media.
“Daerah bisa maju bukan karena anggaran besar semata, tetapi karena kolaborasi yang kuat. Dengan kebersamaan, Cilacap dan kawasan Jawa Selatan bisa tumbuh lebih optimal,” katanya menegaskan..
Melalui penguatan peran Cilacap sebagai simpul ekonomi dan logistik, Bupati Syamsul mengharapkan kawasan Jawa Selatan dapat berkembang lebih cepat dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Jawa Tengah secara keseluruhan.
Diskusi publik tersebut menghadirkan tiga panelis, yakni Abdul Kholik (anggota DPD RI), Bambang Suharto (pengusaha/Presidium Pemekaran Cilacap Barat), dan Djadjat Sudradjat (jurnalis).
Baca juga: Apresiasi nasabah, Bank Jateng Cilacap serahkan hadiah Bima
Pewarta : Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
