
Pemkot Pekalongan pastikan gerakan pangan murah dilakukan bertahap

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memastikan kegiatan gerakan pangan murah akan dilakukan secara bertahap sebagai upaya menekan kenaikan harga pangan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah dan Lebaran.
Kepala Dinas Pertanian dan pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa kegiatan gerakan pangan murah ini sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang kini sedang terdampak banjir.
"Gerakan pangan murah sudah mulai kami gelar selama tiga hari yaitu Jumat (13/2) hingga Minggu (15/2) sebagai upaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadhan," katanya.
Menurut dia, kegiatan itu merupakan sinergi Dinas Pertanian dan Pangan, bersama Perum Bulog, Bank Indonesia Tegal, serta Rooang Karya Kanzus Sholawat.
Gerakan Pangan Murah itu, kata dia, untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan.
"Tujuan gerakan pangan murah ini untuk menyediakan pangan berkualitas dengan harga wajar agar masyarakat terbantu mencukupi kebutuhan pokok," katanya.
Ia mengatakan pada kegiatan gerakan pangan murah yang sudah dilaksanakan selama tiga hari itu, pihaknya menyediakan 750 kantong beras terdiri atas 400 kantong beras premium dan 350 kantong beras SPHP, minyak goreng dan gula pasir masing-masing 600 kilogram, 100 kilogram telur ayam, serta 500 kilogram bawang merah dan bawang putih.
"Kemudian untuk sistem pembelian menggunakan kupon dengan pembatasan maksimal dua item per jenis guna pemerataan distribusi," katanya.
Terkait harga, dia menyebutkan harga beras premium 5 kilogram hanya Rp63 ribu, beras SPHP isi 5 kilogram Rp55 ribu, minyak goreng Rp14.500/liter, gula pasir Rp15.500 per kilogram, telur ayam Rp27.500 per kilogram, daging ayam Rp35 ribu per kilogram, bawang merah Rp36 ribu per kilogram, serta bawang putih Rp33 ribu per kilogram.
"Pada kegiatan gerakan pangan murah itu, kami juga menyediakan aneka frozen food, sayuran, cabai-cabaian, ikan, dan olahan ikan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
