Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, komitmen menuntaskan persoalan sampah dengan membuka ruang kolaborasi dan sinergi seluas-luasnya bersama berbagai pihak baik pemerintah provinsi maupun sektor swasta termasuk investor dari dalam maupun luar negeri.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan kompleks yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah sendiri tetapi butuh kerja sama lintas sektor agar pengelolaannya dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
"Jadi harus kombinasi dengan provinsi termasuk kerja sama dengan investor. Kami komitmen mencari solusi terbaik dan berkelanjutan dalam menangani persoalan sampah di antaranya dengan membuka ruang kolaborasi dan sinergi seluas-luasnya bersama berbagai pihak," katanya.
Menurut dia, sejumlah investor asing yang sudah mempresentasikan kerja sama masalah sampah ini seperti China, Malaysia, Singapura.
"Itu akan kami maksimalkan," katanya.
Ia mengatakan, ketertarikan investor terhadap pengelolaan sampah di daerah ini menunjukkan bahwa isu lingkungan kini telah menjadi perhatian global sekaligus memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Pemkot Pekalongan, kata dia, menyambut baik berbagai tawaran dan gagasan yang masuk terutama yang berorientasi pada masalah pengurangan sampah, pengolahan berbasis teknologi, serta pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang bernilai.
"Namun, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalin kerja sama khususnya dengan investor luar negeri," katanya.
Ia menilai proses kerja sama internasional membutuhkan waktu yang panjang dan melalui berbagai tahapan yang tidak sederhana mulai dari kajian teknis, regulasi, hingga kesesuaian dengan kebutuhan daerah.
"Akan tetapi, proses tetap kita jalankan. Jangan sampai bergantung pada investor luar negeri yang prosesnya masih lama dalam upaya mengatasi permasalahan sampah ini," katanya.
Baca juga: Pemkab Kudus percepat penanganan sampah

