
Pemkot Semarang siapkan pos permanen cegah kecelakaan Silayur

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang tengah mematangkan pembangunan pos pemantauan permanen di kawasan Silayur yang selama ini rawan kecelakaan akibat kontur kemiringan jalan yang curam.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan, di Semarang, Rabu, mengatakan bahwa pos tersebut akan dilengkapi sistem Early Warning System (EWS) dan pengawasan 24 jam untuk memperkuat kontrol terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas.
Hal tersebut disampaikan menanggapi kembali terjadinya kecelakaan di jalur Silayur, yang menimpa Truk Hino Dutro bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun.
Kecelakaan yang terjadi pada Rabu, pukul 04.30 WIB itu diduga terjadi saat truk melintas ke arah Boja, dan tidak kuat menanjak sehingga mundur dan terguling di sekitar SPBU Silayur, serta dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan diduga kendaraan mengalami gagal menanjak akibat keterlambatan perpindahan transmisi oleh pengemudi.
Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub bersama kepolisian juga langsung melakukan pemeriksaan teknis dan uji KIR di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi kendaraan secara menyeluruh.
"Truk tersebut bermuatan sekitar 4 ton sehingga masih sesuai ketentuan untuk melintas. Namun penguasaan kendaraan dan kesiapan teknis tetap menjadi faktor penting ketika melewati jalur dengan karakteristik seperti Silayur," katanya.
Melalui pos tersebut, kendaraan angkutan akan menjalani pemeriksaan dokumen, status KIR, hingga pengecekan kondisi fisik kendaraan secara langsung sebelum melintasi jalur tanjakan.
"Langkah ini diharapkan dapat mempersempit potensi risiko kecelakaan, khususnya pada jam-jam rawan," katanya.
Selain penguatan pengawasan, Pemkot Semarang juga terus mendorong edukasi kepada perusahaan angkutan dan pengemudi terkait pentingnya kesiapan kendaraan, teknik berkendara di jalur ekstrem, serta disiplin keselamatan.
"Kami ingin memastikan bahwa upaya penanganan tidak berhenti pada respons insiden saja, tetapi juga menyentuh aspek pencegahan secara berkelanjutan. Keselamatan di Silayur membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, operator angkutan, hingga pengemudi," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.
Ia sekaligus memastikan bahwa Pemkot Semarang langsung melakukan langkah penanganan di lapangan, untuk memastikan keselamatan masyarakat, kelancaran arus lalu lintas, serta penanganan teknis di lokasi berjalan optimal.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Begitu menerima laporan, petugas gabungan langsung bergerak untuk melakukan pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, dan penanganan kendaraan agar situasi segera kembali normal," katanya.
Agustina juga menginstruksikan Dishub untuk melakukan evaluasi menyeluruh bersama aparat kepolisian dan pihak terkait guna memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di kawasan Silayur yang memiliki karakteristik tanjakan panjang dan kemiringan ekstrem.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
