Kudus (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat tanah longsor terjadi di empat desa di Kecamatan Dawe akibat hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Dari keempat desa tersebut, tercatat ada 18 titik terjadinya tanah longsor yang tersebar di empat desa," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko di Kudus, Kamis.
Sebanyak empat desa terdampak tanah longsor pada Jumat (10/1) malam itu, yakni Japan, Kuwukan, Ternadi, dan Colo. Di Desa Japan tercatat enam lokasi longsor, di antaranya memutus akses jalan menuju Rejenu dan jalur ke Desa Plukaran, Dukuh Beji, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.
Selain itu, longsor tebing setinggi sekitar 10 meter menimpa rumah milik Andi dan Warsudi sehingga merusak dinding kamar mandi serta muncul rekahan tanah sepanjang sekitar 10 meter di depan rumah warga.
Di Desa Kuwukan, terdapat enam lokasi longsor yang menutup akses jalan warga dan menyebabkan kerusakan pada dua unit rumah. Salah satu longsor bahkan mengakibatkan kamar mandi rumah warga jebol, sedangkan jalan kabupaten dilaporkan tertutup total material longsor.
Di Desa Ternadi tercatat tiga lokasi longsor di wilayah RT 2/RW 4 yang berdampak pada dua rumah warga serta bahu jalan kabupaten. Di Desa Colo, terdapat tiga lokasi longsor yang menyebabkan ambrol jalan dan jembatan menuju portal kawasan wisata ziarah Sunan Muria sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman mencapai 20 meter.
Peristiwa di Desa Colo tersebut juga mengakibatkan dua mobil terperosok ke sungai. Tim gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban dalam kondisi selamat pada pukul 19.30 WIB, sedangkan proses evakuasi kendaraan selesai pada pukul 01.14 WIB.
Camat Dawe Dian Noor Tamzis Hanafi mengatakan selain empat desa tersebut, pihaknya menerima laporan kejadian longsor di Desa Kajar dan Puyoh.
"Secara umum, peristiwa tanah longsor tersebut tidak sampai mengakibatkan kerusakan berat pada rumah penduduk," ujarnya.
Ia mengatakan sejumlah longsor juga menimbun jalan desa sehingga saat ini warga bersama pemerintah desa bergotong royong menangani material longsoran. Ke depan, kegiatan gotong royong serupa juga akan dijadwalkan di desa-desa lain yang terdampak dengan melibatkan berbagai pihak.
Baca juga: Jembatan akses ke Wisata Colo Kudus longsor

