Logo Header Antaranews Jateng

BPBD Cilacap: Si Gula Kopi perkuat sinergi penanggulangan bencana

Rabu, 16 Juli 2025 15:58 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Bayu Prahara. ANTARA/Sumarwoto

Cilacap (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap Bayu Prahara mengatakan program Si Gula Kopi yang merupakan inovasi BPBD setempat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan.

"Program Si Gula Kopi ini merupakan proyek perubahan dalam rangka Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II," katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu.

Ia mengatakan program tersebut ditujukan menyatukan unsur-unsur pentahelix dalam penanggulangan bencana pemerintah daerah, sektor swasta, kelompok masyarakat, jurnalis, hingga relawan kebencanaan akan dikolaborasikan dalam satu sistem terpadu.

Selama ini, pola penanganan bencana masih terpisah-pisah karena organisasi perangkat daerah (OPD), sukarelawan, dan sektor swasta cenderung bergerak sendiri-sendiri, tanpa sistem yang terintegrasi.

"Si Gula Kopi menjadi simbol dari sinergi berbagai elemen dalam satu wadah terpadu, ibarat secangkir minuman yang mengandung gula, kopi, dan susu yang berpadu harmonis. Cangkirnya itu adalah BPBD, yang mewadahi semua unsur seperti pemerintah daerah, swasta, masyarakat, media, hingga relawan kebencanaan," katanya.

Melalui program Si Gula Kopi, BPBD Kabupaten Cilacap ingin membangun koordinasi yang lebih kuat, respons yang lebih cepat, dan penanganan yang lebih efisien.

Menurut dia, Cilacap sebagai daerah pesisir selatan Jawa Tengah yang rawan bencana alam, seperti gempa, tsunami, dan banjir maupun bencana nonalam, membutuhkan strategi penanggulangan yang inklusif dan kolaboratif.

"Dengan pelibatan berbagai pihak, termasuk pengusaha lokal dan jurnalis, kami berharap dapat membentuk jejaring kebencanaan yang tangguh dan adaptif," kata Bayu.

Selain itu, program Si Gula Kopi tidak hanya menjadi proyek inovatif BPBD Kabupaten Cilacap juga diharapkan menjadi model pengelolaan bencana berbasis kolaborasi yang bisa direplikasi di daerah rawan bencana lainnya di Indonesia.

Baca juga: BPBD pantau dampak gempa bumi M5,0 di Cilacap



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026