Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota Kudus yang tembok belakang rumah ambrol tergerus derasnya arus sungai, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
"Rumah warga yang terdampak gerusan arus air sungai itu berada di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota (Kudus). Kami hadir bersama teman-teman OPD untuk memberikan bantuan dari Dinas Sosial, BPBD, dan Kecamatan Kota," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di sela-sela penyerahan bantuan paket sembako, selimut, dan uang tunai di Kudus, Sabtu.
Bantuan tersebut, kata dia, bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah.
Ia berharap, bantuan berupa sembako, uang, serta material darurat dapat meringankan beban warga terdampak bencana alam. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pendampingan dan asesmen lanjutan terhadap dampak bencana.
Dia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama saat cuaca ekstrem.
Warga diminta segera mencari tempat aman apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang, serta menghindari membangun rumah terlalu dekat dengan bantaran sungai.
"Mitigasi bencana terus kita lakukan, mulai dari penanaman pohon, penguatan tebing curam, edukasi kebencanaan, hingga pembersihan dan normalisasi sungai. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai, karena dapat menghambat aliran air dan memicu banjir," ujarnya.
Berdasarkan asesmen sementara BPBD Kudus, banjir dan dampak cuaca ekstrem juga terjadi di sejumlah lokasi lain, seperti kawasan Colo, Mejobo, Ngembal, Kesambi, hingga beberapa lokasi di Kota Kudus. Sebagian besar kejadian dipicu tumpukan sampah di sungai dan jembatan yang menghambat aliran air, namun telah ditangani petugas gabungan.
Ahmad Qosim, korban banjir yang rumahnya ambrol, mengaku berterima kasih atas bantuan diberikan Pemerintah Kabupaten Kudus.
Ia menceritakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/1), sekitar pukul 19.00 WIB saat dirinya tidur di kamar.
"Ketika mendengar suara tembok roboh, saya terbangun. Tahu-tahu tembok kamar bagian belakang, termasuk tembok ruang tamu sudah tidak ada karena fondasinya tergerus arus air sungai yang meningkat," ujarnya.
Ia mengakui selama 10 tahunan, baru kali ini mengetahui debit air sungai belakang rumahnya meningkat hingga lima meteran tingginya dari dasar sungai.
Akibat kejadian tersebut, kata dia, selain tembok bagian belakang rumah yang dekat sungai roboh, beberapa barang seperti meja televisi, lemari kecil, pakaian, dan surat-surat ikut hanyut.
"Alhamdulillah saya dan keluarga selamat, termasuk anak saya yang berada di ruang tamu juga selamat," ujarnya.
Selain bantuan sembako, Ahmad Qosim juga menerima bantuan darurat berupa material sementara dari BPBD Kudus serta bantuan sosial dari Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca-kejadian.

