Logo Header Antaranews Jateng

Bupati Temanggung berhak atas tropi Abyakta pada puncak HPN 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 21:23 WIB
Image Print
Bupati Temanggung Agus Setyawan bersama tim Jaran Kepang Temanggung tampil pada pementasan di Jakarta. ANTARA/HO-Pemerintah Kabupaten Temanggung

Temanggung (ANTARA) - Bupati Temanggung Agus Setyawan berhak meraih tropi Abyakta yang akan diserahkan pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026.

Ia di Temanggung, Sabtu, tropi Abyakta merupakan wujud penghargaan atas agenda Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026.

Ia menyabet penghargaan tersebut berkat proposal berjudul "Kiprah Kuda Lumping Temanggung Menembus Kancah Internasional".

Selain melalui proposal, paparan materi secara langsung terkait dengan seni kuda lumping Temanggung yang disajikan pada Kamis (9/1) di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, juga mampu membius para panelis yang berisikan nama-nama seperti Yusuf Susilo Hartono, Agus Darmawan T, Nungki Kusumastuti, Akhmad Munir, hingga budayawan kondang Sudjiwo Tejo.

Dalam kesempatan itu, Agus mengungkapkan masyarakat Temanggung familier menyebut kesenian kuda lumping dengan istilah jaran kepang. Terdapat filosofi tersendiri dari seni tersebut.

Jaran atau kuda simbol kesetiaan, kekuatan, dan ketangguhan, sedangkan kepang yang terbuat dari anyaman bambu memiliki makna kesederhanaan dan pelestarian alam.

"Tarian jaran kepang menunjukkan kekompakan, kesederhanaan, kekuatan, kesetiaan, dan perlawanan rakyat terhadap berbagai bentuk penindasan," katanya.

Selain itu, katanya, jaran kepang Temanggung juga memiliki sejumlah kekhasan maupun keunikan yang membedakan dengan seni kuda lumping asal daerah lain, antara lain kostum, gerakan, pakaian, hingga riasan para penari baik putera maupun puteri.

Menurut dia, jaran kepang Temanggung telah menjadi identitas kebanggaan daerah lantaran telah mengakar kuat di seluruh elemen masyarakat di hampir seluruh penjuru wilayah setempat.

"Menjaga kelestarian dan merawat seni jaran kepang sebagai warisan budaya turun-temurun menjadi begitu penting. Demikian halnya dengan regenerasi para pelaku seni di dalamnya oleh anak-anak muda hingga seluruh tingkat kalangan pelajar," katanya.




Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026