
Pemkab Purbalingga menggandeng UIN Saizu tangani kemiskinan

Purbalingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menggandeng Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dalam upaya penanganan kemiskinan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di sejumlah desa di wilayah tersebut.
Saat penerimaan mahasiswa KKN UIN Saizu di Operation Room Graha Adiguna, Sekretariat Daerah Purbalingga, Senin, Staf Ahli Bupati Purbalingga Bidang Administrasi Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pandi mengapresiasi kepercayaan UIN Saizu yang menjadikan Purbalingga sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus mendorong terwujudnya desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Menurut dia, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi mitra strategis masyarakat dan pemerintah desa dalam kegiatan edukasi serta pemberdayaan ekonomi.
"Kami, Pemerintah Kabupaten Purbalingga, tentu menyambut baik kegiatan KKN ini. Saya yakin generasi muda memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi, termasuk di bidang teknologi informasi, sehingga dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat," katanya.
Ia mengatakan mahasiswa KKN juga diharapkan mampu membantu memetakan potensi dan permasalahan yang ada di desa.
Ia mengharapkan hasil pemetaan tersebut dapat memperkaya referensi pembangunan desa sekaligus menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam penanganan kemiskinan.
"KKN menjadi sarana pembelajaran bersama, sekaligus wujud kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat," kata Pandi.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Purbalingga Nugroho Priyo Pratomo mengatakan sebanyak 268 mahasiswa KKN UIN Saizu akan melaksanakan pengabdian di 26 desa yang tersebar di Kecamatan Kalimanah dan Kecamatan Padamara dengan mengusung tema "Saizu Memberdaya, Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, dan Menggerakkan Ekonomi".
Menurut dia, tema tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, salah satunya penanganan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Ia mengharapkan mahasiswa KKN dapat ikut mendorong aktivitas ekonomi produktif masyarakat desa sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Menurutnya, penanganan kemiskinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
"Saya mohon bantuan adik-adik KKN untuk ikut menggerakkan masyarakat desa sesuai dengan kapasitas dan peran masing-masing. Penanganan kemiskinan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga kolaborasi menjadi kunci," kata Nugroho.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu Toifur mengatakan seluruh peserta KKN telah dibekali melalui Workshop Pemberdayaan Masyarakat sebagai bekal konseptual dan teknis sebelum terjun langsung ke desa.
Menurut dia, UIN Saizu berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat nyata serta selaras dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa.
"Melalui KKN, mahasiswa diharapkan tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan desa dan penanganan kemiskinan," katanya.
Baca juga: Pemkab Purbalingga mendorong reformasi birokrasi lewat Latsar CPNS
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
