Logo Header Antaranews Jateng

Undip melatih masyarakat olah bandeng dan mangrove

Jumat, 5 Juni 2026 07:24 WIB
Image Print
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro, saat melatih masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu mengolah bandeng hingga mangrove. ANTARA/HO-Undip

Semarang (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro Semarang melatih masyarakat untuk mengubah bandeng dan mangrove.

Perwakilan Tim Pengabdian Undip Prof Tri Winarni Agustini di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa ada dua program pengabdian yang didanai melalui skema hibah mandiri dan hibah fakultas.

Tri, bekerja bersama para dosen lain, yakni Ahmad Suhaeli Fahmi, Apri Dwi Anggo, dan Ulfah Amalia.

Kedua kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan nilai tambah sumber daya lokal serta pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan potensi pesisir.

Ia mengatakan bahwa kegiatan pertama adalah "Pelatihan Pembuatan Produk Olahan Perikanan untuk Usaha Perikanan Skala Mikro Kabupaten Grobogan Jawa Tengah" yang berlangsung di Kabupaten Grobogan.

Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pengolahan ikan bandeng menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Para peserta diperkenalkan dengan teknik pengolahan ikan bandeng menjadi produk, seperti bandeng cabut duri, bandeng presto, serta dimsum ikan bandeng.

Tak hanya mendapatkan penjelasan mengenai proses pengolahan yang baik, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang usaha dan strategi peningkatan nilai jual produk perikanan.

Menurut dia, ikan bandeng yang dijual dalam kondisi segar memiliki nilai ekonomi yang relatif terbatas, namun melalui proses pengolahan yang tepat, produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

Produk olahan, seperti bandeng cabut duri dan bandeng presto memiliki daya tarik yang lebih besar bagi konsumen karena lebih praktis dan siap dikonsumsi.

Bahkan, kata dia, nilai jual produk dapat meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan ikan bandeng segar.

Sedangkan, kegiatan pengabdian kedua di kabupaten Jepara, dengan judul "Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Tanggultlare, Kedung Jepara dalam Pengelolaan Pascapanen Mangrove Menjadi Komoditas Unggulan Desa".

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang berada di kawasan pesisir Pantai Ujung Piring, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.

Tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pemanfaatan buah mangrove yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal meskipun tersedia dalam jumlah melimpah di kawasan pesisir.

Masyarakat diperkenalkan pada inovasi pemanfaatan buah mangrove sebagai bahan campuran atau pengisi kopi bubuk.

Inovasi tersebut dikembangkan karena beberapa spesies mangrove memiliki karakteristik tekstur buah yang keras serta cita rasa pahit akibat kandungan senyawa tanin yang menyerupai karakteristik kopi.

Baca juga: Sekolah Vokasi Undip meraih medali emas di WYIE 2026



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026